MasyaAllah, Prajurit TNI ini Rutin Baca Qur'an di KRL, Alasannya Bikin Merinding

Prajurit berseragam loreng membawa senjata sudah biasa terlihat. Tapi jika prajurit membawa dan membaca Al-Qur’an di tempat umum, rasanya ini pemandangan jarang ditemukan.
Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam loreng hijau kedapatan tengah asyik membaca Al-Qur’an di atas kereta rangkaian listrik (KRL).
Siang itu perjalanan KRL dari arah Jakarta Pusat menuju Bogor. Pada hari Kamis, (20/4/2017).
Baca Juga: Priiiittttt...!!...Kisah Lucu Kepala Staf TNI AD Ditilang Polisi di Jalan Malioboro
Suasana gerbong pun terasa menjadi istimewa dengan keberadaan TNI. Ia tampak khusyuk mengaji, sembari duduk di gerbong yang cukup lengang itu.
Begitu KRL melintasi kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, prajurit yang mengaji dengan suara tak terdengar itu mulai mengakhiri bacaannya. Ia memasukkan mushaf merah muda berukuran seperti laptop 15 inci, cukup besar, itu ke dalam tas ranselnya. Lalu beristirahat.
Baca Juga: BLAAR...! Dua Kapal Pencuri China Ukuran Besar Diledakkan TNI AL. Warga Bersorak Ramai...!
Ia bernama Suharyanto, seorang Sersan Kepala (Serka). Usianya berkisar 34 tahum tahun. Ia mengaku sudah cukup lama punya kebiasaan membaca al-Qur’an di sela-sela tugas dan kesehariannya.
Termasuk,rutin mengaji dalam setiap perjalanan di KRL ketika pergi maupun pulang dari Mako Pasmar-2, Jl Kwini II, Jakarta Pusat, tempatnya berdinas.
Rupanya, Ia ingin menjadikan kebiasaannya untuk mendekatkan diri kepa Qur’an merupakan persiapan menyambut masa depannya di akhirat kelak.
Baca Juga: FANTASTIS...! Inilah Jumlah Santunan DEATH GRATUITIES Untuk Tentara Dan Aparat Yang Gugur Saat Bertugas.
“Bekal akhirat itu salah satunya adalah membaca Al-Qur’an,” ujarnya saat setibanya di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Related Posts:

Lagi...Motor Dan Mobil Berharga Puluhan Juta Rupiah Di Amankan TNI.

Personel TNI AD menggagalkan upaya penyelundupan empat unit sepeda motor Yamaha Vixon melalui hutan di sekitar perkampungan Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Malaka. Petugas menangkap seorang tersangka penyelundupan, sedangkan tiga orang lainnya berhasil melarikan diri.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Sekali Tendang, Perampok BERPISTOL Penembak Polisi Itu Langsung TEWAS di Kaki Sang PRAJURIT...!
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Sektor Barat, Letkol Inf M Fuad Suparlin menjelaskan, setelah diinterogasi seorang tersangka yang ditangkap ternyata pemuda asal Timor Leste. "Sesuai hasil interogasi dari anggota, yang bersangkutan mengaku bernama Martinus Bareta (26), berprofesi sebagai petani dengan kewarganegaraan Timor Leste," katanya kepada SINDOnews, Jumat (14/4/2017).
Personel TNI AD Gagalkan Penyelundupan 4 Sepeda Motor
Fuad menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan oleh anggota Yonif 742 SWY dari pos TNI Motamasin, ternyata empat unit sepeda motor itu tidak dilengkapi dokumen dan surat-surat resmi. "Hingga saat ini empat unit sepeda motor itu sedang dibawa ke Mako Satgas di Eban bersama seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku penyelundupan," ujarnya.
Baca Juga: Usman & Harun DIGANTUNG, MARINIR Siap TENGGELAMKAN Singapura...Ngeri...!
Seperti diketahui,  dua hari sebelumnya, personel TNI menggagalkan upaya penyelundupan kendaraan roda empat melalui sungai di Desa Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara. Kali ini empat sepeda motor berwarna merah dan putih tanpa nomor polisi yang diduga hendak diselundupkan kembali digagalkan personel TNI. 

Related Posts:

MMA: Kuncian Tangan Antar Anggota TNI Raih Kemenangan. Bikin Lawan Keok..

Patriot NKRI – Mental bertanding yang kuat ditunjukkan oleh petarung Dirgahayu Fighter 328 Depok, Badrul. Meski wajahnya sempat menerima hantaman telak dari sang lawan, Yusuf Susilo, Badrul masih mampu bertahan dan meraih kemenangan (Foto Cover: Pertarungan MMA).
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Mengokang Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Pun Terjadi...! TAK BISA DIPERCAYA...!
Di awal laga yang disiarkan tvOne, Sabtu 22 April 2017, Badrul sempat tertekan. Yusuf beberapa kali menghantam wajahnya dengan pukulan dan tendangannya.
Wajah Badrul sempat mengeluarkan darah segar akibat terkena hantaman lutut Yusuf sebanyak tiga kali.
Tapi, Badrul tak menyerah. Dia terus memberikan perlawanan yang sengit. Hingga akhirnya, arah pertarungan berubah ke bawah. Badrul mendapatkan keuntungan.
Baca Juga: [VIDEO] Saktinya Prajurit TNI, Sampai Bikin Tentara Negara Asing MELONGO Dan TAKJUB...
Dalam posisi sulit, Badrul berhasil melepaskan kuncian arm bar. Akhirnya, Yusuf menyerah dan Badrul dinyatakan menang tap out.


Sumber: viva.co.id

Related Posts:

"Laporkan Kepada Saya Jika Ada Yang Mengancam Guru. Saya Punya 70.000 Senapan. Saya Akan Bereskan...!"

Patriot NKRI - Seorang guru SMP di Sidoarjo diseret ke pengadilan gara-gara mencubit muridnya. Hal ini bukan kasus baru. Zaman sekarang, banyak orang tua yang melaporkan guru karena menghukum anak mereka. Padahal si anak dihukum karena melakukan kesalahan.
Aksi para orang tua ini membuat guru takut bertindak. Bagaimana nasibnya pendidikan Indonesia jika guru takut memarahi muridnya karena takut pada orang tua?
Baca Juga: "Mas Kemarin KENA TILANG Ya?"... Kisah UNIK Polantas Menilang Jenderal TNI
Ada kisah menarik dari Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin. KKO TNI AL kini dikenal dengan nama Marinir, pasukan elite Angkatan Laut. Ali Sadikin diangkat jadi gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno. Dia dikenal tegas dan berani. Bang Ali membereskan semua masalah di Jakarta. Mulai dari calo tanah hingga kontraktor yang merugikan rakyat.
Yang membuat Bang Ali prihatin adalah soal kenakalan siswa di Jakarta. Beberapa anak sekolah sampai berani memukul gurunya. Para guru takut untuk memberikan hukuman karena anak-anak itu membawa senjata milik orangtua mereka yang aparat keamanan. Jika ada apa-apa, orangtua mereka pun sering mengancam guru.
Baca Juga: Digembleng MENU Latihan Kopassus, Tentara Penembak Jitu Brunei Menyerah, Bahkan PINGSAN...!
Mendengar laporan ini sang jenderal Marinir marah sekali. Bang Ali menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedih dan emosi. Bagaimana bisa murid sekurang ajar ini pada gurunya.
"Saya jadi backing para guru. Karena itu para guru tidak usah takut pada senapan yang ditodongkan kepadanya oleh murid atau orang tuanya. Saya punya 70.000 senapan. Laporkan kepada saya jika ada yang menghalang-halangi tindakan para guru. Saya akan bereskan! Ini sudah merupakan konsensus saya dengan kadapol Metro Jaya Brigjen Widodo," kata Ali Sadikin dalam memoarnya seperti ditulis Ramadhan KH.

Bang Ali berkali-kali mengancam anak-anak yang nakal dan orang tua yang membela. Dia selalu menyampaikan ancaman ini di pertemuan guru dan orang tua.
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Mengokang Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Pun Terjadi...! TAK BISA DIPERCAYA...!
"Hanya orang tua yang bodoh, yang tak tahu diri yang selalu membela anak-anaknya yang jelas dan tak benar," teriak Bang Ali.
Setelah Bang Ali bersikap tegas, jumlah kenakalan pelajar pun berkurang. Tidak ada lagi laporan ada orang tua yang berani ancam guru. Semoga ada pejabat setegas Bang Ali yang bisa membela para guru yang benar.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Kisah Pertaruhan Hidup dan Mati 2 Pilot TNI AU Selamatkan Jet Tempur Sukhoi Dan Ribuan Penduduk dari Kecelakaan di Langit Jakarta...!

Kedua penerbang TNI AU ini dinilai telah melaksanakan tindakan yang tepat dan berani sehingga berhasil menyelamatkan jiwa dan alutsista, yakni pesawat Su-30MK2 yang mengalami gangguan saat mereka terbangkan. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada Letkol Pnb Anton Pallaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika. (Foto Cover: Ilustrasi Sukhoi terbang rendah).
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Menodongkan Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Terjadi...!
Penghargaan berupa Sertifikat “Well Done” diberikan oleh KSAU di Mabesau, Cilangkap, Jumat (21/4), dihadiri Wakil KSAU Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, para Asisten KSAU, Pangkoopsau I dan II, Pangkohanudnas, dan pejabat lainnya.
Saat itu, 7 April 2017, Anton dan Finandika melaksanakan penerbangan dalam rangka geladi bersih HUT TNI AU ke-71 di Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat tempur Su-30MK2 nomor ekor TS-3009.
Sesaat baru mengudara, tiba-tiba mesin pesawat sebelah kiri mengalami gangguan. Indikator “warning” di kokpit menyala. Anton menanyakan kepada Finandika yang duduk di kursi belakang untuk memastikan apakah benar mesin kiri bermasalah seperti tampak di instrumen dan dijawab betul oleh Finandika.
Sukhoi yang baru saja lepas landas menggunakan afterburner dan baru memasukkan rodanya serta posisi flap up itu, masih bermuatan bahan bakar yang banyak.
Jet tempur buatan Rusia itu dibekali 9,5 ton (24.000 pon) avtur, kapasitas maksimal yang bisa diisi. Pada ketinggian 700-800 kaki itu, tiba-tiba terasa ada sesuatu yang menabrak pesawat.
Anton dan Finandika sendiri tak melihat ada yang menabrak, namun setelah itu pesawat tiba-tiba oleng ke kiri. “Setelah pesawat oleng ke kiri, saya lihat warning penurunan kecepatan (decelerate) mesin sebelah kiri menyala. Sedangkan mesin kanan mengalami fluktuasi,” ujar Anton menjelaskan.
Baca Juga: [VIDEO] Saktinya Prajurit TNI, Sampai Bikin Tentara Negara Asing MELONGO Dan TAKJUB...
Untuk memastikan apakah benar mesin sebelah kiri mengalami masalah, Anton yang sedang terbang menjadi leader saat itu meminta pesawat wingman sebelah kiri untuk melihat pesawatnya.
Wingman mengatakan betul dan terlihat adanya api di mesin sebelah kiri. Anton sendiri merasakan ada lima kali ledakan di pesawatnya. Setelah itu wingman diminta untuk terbang agak menjauh sambil membantu mengawasi.
Dalam upaya mengendalikan pesawat dan mempertahankan ketinggian, Anton melihat pemandangan di depan pesawatnya adalah hamparan pemukiman penduduk yang padat.
Pada kondisi darurat itu ia berpikir cepat menghitung berbagai kemungkinan untuk dipilih mana yang paling menguntungkan agar terhindar dari musibah.
Pemikiran pertama adalah mencari landing site untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila kedua mesin mati tiba-tiba.
Untuk menghindari terjadinya lagi ledakan di mesin sebelah kiri, ia pun segera memosisikan mesin sebelah kiri tersebut pada posisi idle dan memaksimalkan mesin kanan untuk menambah ketinggian.
“Karena saat itu kami masih butuh ketinggian,” jelas Anton yang kemudian mempertahankan pesawatnya terbang di ketinggian 1.200 kaki.
Baca Juga: Cocok, Tembak Saja. Derrr. Habis. Gitu Kan..! BUWAS Ingin TNI TEMBAK MATI Bandar Narkoba, Jenazah Biar DIURUS Polri
Hal itu dilakukan selain untuk menyelamatkan pesawat, juga pada saat itu masih sekuens lepas landas bagi pesawat-pesawat lainnya yang akan melaksanakan geladi.
Seperti diketahui, dari 132 pesawat yang dikerahkan oleh TNI AU dalam geladi HUT TNI AU tersebut, sedikitnya 74 pesawat dan 152 penerbang melakukan penerbangan dari Lanud Halim.
Ada konsekuensi
Dimatikannya mesin sebelah kiri, lanjut Anton, sebenarnya bisa membawa konsekuensi di mana landing gear tidak berfungsi, generator sebelah kiri tidak berfungsi, nose wheel steering tidak berfungsi, dan perangkat-perangkat lain juga tidak berfungsi.
Namun, sekali lagi, dengan mematikan mesin sebelah kiri, paling tidak Anton berpikir pesawat yang ia awaki akan terhindar dari kemungkinan ledakan.
Setelah itu Anton menyampaikan kondisi Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan.
Anton menyampaikan bahwa pesawatnya terkena serangan burung (bird strike) karena itu yang paling mungkin terjadi melihat indikator-indikator yang menyala.
“Saya sampaikan bahwa pesawat kami kena bird strike dan meminta prioritas mendarat, walaupun saya belum tahu apakah itu bird strike atau bukan,” katanya.
Dalam briefing pagi sebelum penerbangan dilaksanakan disampaikan, apabila kondisi terburuk dialami penerbang dengan pesawatnya yang mengharuskan penerbang melakukan eject, maka daerah yang dianggap “aman” untuk melaksanakan hal itu di wilayah Lanud Halim adalah di lapangan golf atau di atas landasan.
Anton menyampaikan pesan Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan dengan harapan agar pesawat-pesawat yang ada di landasan segera menghindar. Sementara lapangan golf tidak dipilihnya karena ia tidak yakin di tempat itu sedang tidak ada orang.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Pesawat Bomber B-25 Patah Dan Hancur Diberondong Prajurit Muda Indonesia
Untuk mengurangi bahan bakar di pesawat sehingga bisa mendarat walau dengan kondisi batas maksimum, Anton memanfaatkan perhitungan waktu lima menit yang ia pilih.
Pertimbangannya, generator di pesawat hanya mampu menyuplai listrik selama 10 menit. Kedua, bila terlalu lama di udara pun kemungkinan-kemungkinan terburuk lainnya bisa terjadi.
Ia juga tidak langsung memilih eject, tetapi berupaya melakukan pendaratan secepatnya. “Kalau eject mungkin pilot selamat, saya selamat, tapi saya tidak menjamin kondisi di bawah bagaimana. Orang lain bisa terkena musibah,” ungkapnya.
Untuk mengurangi dan membuang sebagian bahan bakar itu, ia pun terbang berputar tiga setengah putaran dalam kurun waktu 4,5 menit sebelum mendarat.
Beruntung, saat proses pendaratan semua indikator berfungsi normal, kecuali mesin kiri yang dimatikan. Ia pun melakukan pendaratan dengan satu mesin kanan full power.
Apakah pesawat tempur Sukhoi yang bermesin ganda tidak bisa terbang atau mendarat dengan hanya satu mesin saja?
“Bisa. Tapi dalam kondisi normal. Sedangkan kami terbang pada kondisi satu mesin kiri timbul ledakan dan api sehingga harus dimatikan, sementara mesin kanan terjadi fluktuasi power,” jawab Anton.
Akhirnya, proses pendaratan pun dapat dilaksanakan dengan aman.
Anton lulusan AAU 2000 yang kini menjabat Kepala Keselamatan Penerbangan dan Kerja (Kalambangja) Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin itu menyebut kuasa Tuhan sangat berperan dalam kejadian tersebut sehingga ia dan juniornya, Finandika, bisa selamat dalam penerbangan yang mengalami masalah itu.
Baca Juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
Demikian juga dengan KSAU yang menekankan dalam sambutannya. “Ingat, kejadian tersebut bukan karena kehebatan yang dimiliki, tetapi berkat seizin Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, maka kalian berdua terhindar dari malapetaka. Syukuri sekaligus jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran yang berharga dan bagikan pengalaman tersebut kepada aircrew sehingga profesionalisme penerbang TNI AU terus meningkat,” kata Hadi Tjahjanto.
Di akhir sambutannya KSAU juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pangkoopsau II dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin beserta segenap jajarannya.

Related Posts:

Priiiittttt...!!...Kisah Lucu Kepala Staf TNI AD Ditilang Polisi di Jalan Malioboro

Patriot NKRI - Seorang polisi menyetop orang nomor satu di TNI AD itu. Sang Polisi menasihati panjang lebar soal peraturan lalu lintas. Ada teladan yang diberikan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Mayor Jenderal Bambang Soegeng. Walau menjadi orang nomor satu di TNI AD, Bambang Soegeng menurut saja ketika dihentikan polisi di jalan raya.
Bambang Soegeng memang hobi naik sepeda motor. Ceritanya tahun 1952, sang Jenderal sedang berada di Yogyakarta. Dia meminjam motor milik Haryadi seorang pelukis. Melajulah Bambang dengan motor keliling Yogyakarta.
Sampai di Perempatan Tugu, Jl Malioboro, ada lampu lalu lintas yang menyala kuning. Dia menyangka habis lampu kuning pasti lampu hijau, Bambang pun tancap gas. Tahunya malah lampu merah yang menyala.
"Priiiittttt!!" Seorang polisi menyetop Bambang yang saat itu berpakaian sipil alias tak pakai seragam.
Bambang berhenti. Polisi itu menasihati panjang lebar soal peraturan lalu lintas. Dia kemudian meminta SIM milik Bambang.
Namun betapa terkejutnya polisi itu saat melihat SIM. Pria di depannya adalah Kepala Staf TNI AD Mayor Jenderal Bambang Soegeng. Pada saat itu TNI AD masih dipimpin jenderal bintang satu dengan pangkat mayor jenderal.
"Siaap Pak!" si polisi langsung berdiri tegak memberi hormat. Mungkin agak tegang juga mengetahui baru saja mau menilang Kasad. Namun dengan bijaksana Bambang Soegeng mengaku salah. Dia tak marah pada polisi itu. Atau menggunakan kekuasaannya supaya lolos dari jerat hukum. Padahal dia pemimpin dari seluruh prajurit angkatan darat. 
"Memang saya yang salah. Saya menerima pelajaran dari Pak Polisi," kata Bambang Soegeng.
Kisah ini dimuat dalam buku Panglima Bambang Sugeng, Panglima Komando Pertempuran Merebut Ibu Kota Djogja Kembali 1949. Buku tersebut ditulis oleh Edi Hartoto dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2012.
"Hal itu masuk berita di koran Yogya, keesokan harinya saya berkesempatan membacanya," kata Putra Bambang Soegeng, Bambang Herulaskar soal kasus Kasad disetop polisi tersebut.

Endang Ruganika, putri sulung Bambang Soegeng mengisahkan hal lain soal kepatuhan ayahnya berlalu lintas. Saat itu Bambang Soegeng hendak pergi ke Jawa Tengah. Namun saat sampai Cirebon, dia baru sadar SIM ketinggalan.

"Bapak menyuruh pembantu pulang ke Jakarta untuk mengambil SIM," tulis Endang dalam buku tersebut.
Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Dramatis & Menegangkan...! Kisah 2 Pilot TNI AU Selamatkan Jet Tempur Sukhoi dari Kecelakaan di Langit Jakarta

Kedua penerbang TNI AU ini dinilai telah melaksanakan tindakan yang tepat dan berani sehingga berhasil menyelamatkan jiwa dan alutsista, yakni pesawat Su-30MK2 yang mengalami gangguan saat mereka terbangkan. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada Letkol Pnb Anton Pallaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika. (Foto Cover: Ilustrasi Sukhoi terbang rendah & Pemberian penghargaan).
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Menodongkan Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Terjadi...!
Penghargaan berupa Sertifikat “Well Done” diberikan oleh KSAU di Mabesau, Cilangkap, Jumat (21/4), dihadiri Wakil KSAU Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, para Asisten KSAU, Pangkoopsau I dan II, Pangkohanudnas, dan pejabat lainnya.
Saat itu, 7 April 2017, Anton dan Finandika melaksanakan penerbangan dalam rangka geladi bersih HUT TNI AU ke-71 di Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat tempur Su-30MK2 nomor ekor TS-3009.
Sesaat baru mengudara, tiba-tiba mesin pesawat sebelah kiri mengalami gangguan. Indikator “warning” di kokpit menyala. Anton menanyakan kepada Finandika yang duduk di kursi belakang untuk memastikan apakah benar mesin kiri bermasalah seperti tampak di instrumen dan dijawab betul oleh Finandika.
Sukhoi yang baru saja lepas landas menggunakan afterburner dan baru memasukkan rodanya serta posisi flap up itu, masih bermuatan bahan bakar yang banyak.
Jet tempur buatan Rusia itu dibekali 9,5 ton (24.000 pon) avtur, kapasitas maksimal yang bisa diisi. Pada ketinggian 700-800 kaki itu, tiba-tiba terasa ada sesuatu yang menabrak pesawat.
Anton dan Finandika sendiri tak melihat ada yang menabrak, namun setelah itu pesawat tiba-tiba oleng ke kiri. “Setelah pesawat oleng ke kiri, saya lihat warning penurunan kecepatan (decelerate) mesin sebelah kiri menyala. Sedangkan mesin kanan mengalami fluktuasi,” ujar Anton menjelaskan.
Baca Juga: [VIDEO] Saktinya Prajurit TNI, Sampai Bikin Tentara Negara Asing MELONGO Dan TAKJUB...
Untuk memastikan apakah benar mesin sebelah kiri mengalami masalah, Anton yang sedang terbang menjadi leader saat itu meminta pesawat wingman sebelah kiri untuk melihat pesawatnya.
Wingman mengatakan betul dan terlihat adanya api di mesin sebelah kiri. Anton sendiri merasakan ada lima kali ledakan di pesawatnya. Setelah itu wingman diminta untuk terbang agak menjauh sambil membantu mengawasi.
Dalam upaya mengendalikan pesawat dan mempertahankan ketinggian, Anton melihat pemandangan di depan pesawatnya adalah hamparan pemukiman penduduk yang padat.
Pada kondisi darurat itu ia berpikir cepat menghitung berbagai kemungkinan untuk dipilih mana yang paling menguntungkan agar terhindar dari musibah.
Pemikiran pertama adalah mencari landing site untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila kedua mesin mati tiba-tiba.
Untuk menghindari terjadinya lagi ledakan di mesin sebelah kiri, ia pun segera memosisikan mesin sebelah kiri tersebut pada posisi idle dan memaksimalkan mesin kanan untuk menambah ketinggian.
“Karena saat itu kami masih butuh ketinggian,” jelas Anton yang kemudian mempertahankan pesawatnya terbang di ketinggian 1.200 kaki.
Baca Juga: Cocok, Tembak Saja. Derrr. Habis. Gitu Kan..! BUWAS Ingin TNI TEMBAK MATI Bandar Narkoba, Jenazah Biar DIURUS Polri
Hal itu dilakukan selain untuk menyelamatkan pesawat, juga pada saat itu masih sekuens lepas landas bagi pesawat-pesawat lainnya yang akan melaksanakan geladi.
Seperti diketahui, dari 132 pesawat yang dikerahkan oleh TNI AU dalam geladi HUT TNI AU tersebut, sedikitnya 74 pesawat dan 152 penerbang melakukan penerbangan dari Lanud Halim.
Ada konsekuensi
Dimatikannya mesin sebelah kiri, lanjut Anton, sebenarnya bisa membawa konsekuensi di mana landing gear tidak berfungsi, generator sebelah kiri tidak berfungsi, nose wheel steering tidak berfungsi, dan perangkat-perangkat lain juga tidak berfungsi.
Namun, sekali lagi, dengan mematikan mesin sebelah kiri, paling tidak Anton berpikir pesawat yang ia awaki akan terhindar dari kemungkinan ledakan.
Setelah itu Anton menyampaikan kondisi Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan.
Anton menyampaikan bahwa pesawatnya terkena serangan burung (bird strike) karena itu yang paling mungkin terjadi melihat indikator-indikator yang menyala.
“Saya sampaikan bahwa pesawat kami kena bird strike dan meminta prioritas mendarat, walaupun saya belum tahu apakah itu bird strike atau bukan,” katanya.
Dalam briefing pagi sebelum penerbangan dilaksanakan disampaikan, apabila kondisi terburuk dialami penerbang dengan pesawatnya yang mengharuskan penerbang melakukan eject, maka daerah yang dianggap “aman” untuk melaksanakan hal itu di wilayah Lanud Halim adalah di lapangan golf atau di atas landasan.
Anton menyampaikan pesan Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan dengan harapan agar pesawat-pesawat yang ada di landasan segera menghindar. Sementara lapangan golf tidak dipilihnya karena ia tidak yakin di tempat itu sedang tidak ada orang.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Pesawat Bomber B-25 Patah Dan Hancur Diberondong Prajurit Muda Indonesia
Untuk mengurangi bahan bakar di pesawat sehingga bisa mendarat walau dengan kondisi batas maksimum, Anton memanfaatkan perhitungan waktu lima menit yang ia pilih.
Pertimbangannya, generator di pesawat hanya mampu menyuplai listrik selama 10 menit. Kedua, bila terlalu lama di udara pun kemungkinan-kemungkinan terburuk lainnya bisa terjadi.
Ia juga tidak langsung memilih eject, tetapi berupaya melakukan pendaratan secepatnya. “Kalau eject mungkin pilot selamat, saya selamat, tapi saya tidak menjamin kondisi di bawah bagaimana. Orang lain bisa terkena musibah,” ungkapnya.
Untuk mengurangi dan membuang sebagian bahan bakar itu, ia pun terbang berputar tiga setengah putaran dalam kurun waktu 4,5 menit sebelum mendarat.
Beruntung, saat proses pendaratan semua indikator berfungsi normal, kecuali mesin kiri yang dimatikan. Ia pun melakukan pendaratan dengan satu mesin kanan full power.
Apakah pesawat tempur Sukhoi yang bermesin ganda tidak bisa terbang atau mendarat dengan hanya satu mesin saja?
“Bisa. Tapi dalam kondisi normal. Sedangkan kami terbang pada kondisi satu mesin kiri timbul ledakan dan api sehingga harus dimatikan, sementara mesin kanan terjadi fluktuasi power,” jawab Anton.
Akhirnya, proses pendaratan pun dapat dilaksanakan dengan aman.
Anton lulusan AAU 2000 yang kini menjabat Kepala Keselamatan Penerbangan dan Kerja (Kalambangja) Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin itu menyebut kuasa Tuhan sangat berperan dalam kejadian tersebut sehingga ia dan juniornya, Finandika, bisa selamat dalam penerbangan yang mengalami masalah itu.
Baca Juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
Demikian juga dengan KSAU yang menekankan dalam sambutannya. “Ingat, kejadian tersebut bukan karena kehebatan yang dimiliki, tetapi berkat seizin Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, maka kalian berdua terhindar dari malapetaka. Syukuri sekaligus jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran yang berharga dan bagikan pengalaman tersebut kepada aircrew sehingga profesionalisme penerbang TNI AU terus meningkat,” kata Hadi Tjahjanto.
Di akhir sambutannya KSAU juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pangkoopsau II dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin beserta segenap jajarannya.

Sumber: tribunnews.com

Related Posts:

[VIDEO] Lihat Apa Yang Terjadi Pada Tangan Prajurit TNI Yang Menghantam Bata Beton Berbobot Ratusan Kilogram Ini... !


Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dikenal tangguh dan berkemampuan lebih dibandingkan prajurit lainnya. Dalam sebuah demonstrasi nampak bahwa seorang anggota kopassus berusaha mematahkan tumpukan puluhan bata beton yang ditaksir berbobot ratusan kilogram.

Bata beton tersebut benar-benar asli dan sangat keras. Video berikut ini menunjukkan kehebatan aksi sang prajurit. Simak video berikut ini:


Dari video tersebut, tampak bahwa sang prajurit dengan mudah dapat mematahkan tumpukan beton dengan tangan kosong dengan sempurna tanpa merasa kesakitan. Begitu tumpukan beton patah, sambutan penonton langsung bergemuruh mengagumi kehebatannya. 
Baca Juga: Komando..! Komando..! Semua tiarap..! Tiarap!...Detik-Detik Paling MENEGANGKAN Bagi Kopassus. Dunia Terperangah..!
Baca Juga: Heroik...!! Prajurit KOPASSUS Tetap BUNGKAM, Meski Disiksa Musuh Hingga KAKI Tinggal Satu Dan Berbelatung...! 
Tentu saja hal ini dapat dilakukan sebagai hasil latihan berat dan konsisten dari prajurit TNI. Tumpukan bata beton tersebut kurang lebih berjumlah 30 buah dan dapat dihancurkan dengan mudah.

Sumber: Youtube

Related Posts:

Demi Pemuda Ini Bahagia, Kartini Rela Melakukan Hal Yang Mengejutkan...!

Patriot NKRI - Agus Salim muda pernah membuat Raden Ajeng Kartini kepincut. Anak pintar yang sebelum masuk ke gelanggang politik, lama jadi wartawan. Di balik sumbangan besar pemikiran Haji Agus Salim untuk bangsa Indonesia, ada kecerdasannya yang luar biasa. Mohammad Natsir menyebut, kalau hendak menggunakan kualifikasi intelektual brilian pada salah satu putra Indonesia, maka yang paling pertama tepat ialah pada Haji Agus Salim.
Lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884 dengan nama Mashudul Haq, sohor di rantau dengan nama Haji Agus Salim. Pada tahun 1891, ketika usia Agus Salim menginjak tujuh tahun, dimasukinya sekolah dasar Belanda, yaitu ELS (Europeesche Lagere Scholl) di Bukittinggi. Ketika Agus Salim duduk di bangku ELS, kecerdasan otaknya telah menarik perhatian guru-gurunya orang Belanda, rasa simpati mereka terlihat dengan permintaan ingin membina dan mengarahkan Agus Salim sepenuhnya baik di sekolah maupun di rumahnya.
      Namun permintaan tersebut ditolak oleh kedua orang tua Agus Salim. Hanya diizinkannya ketika saatnya makan pagi, siang dan malam, ditambah waktu sesudahnya, boleh tinggal di rumah orang tuanya.
      Pada usia 13 tahun, sesudah tamat dari ELS dengan gemilang (1898), Agus Salim berangkat menuju Jakarta melanjutkan sekolahnya. Dengan kapal laut ditinggalkannya kampung halaman, ayah ibunya, dan sanak familinya pergi merantau ke daerah seberang. Selanjutnya dimasukinya HBS (Hoger Burgelijke School),yaitu sekolah menengah Belanda di Jakarta.
Dalam tempo lima tahun, Agus salim selesai dan berhasil menempuh ujian di HBS (1903) dengan nilai terbaik sekaligus menjadi juara. Dia adalah siswa terbaik dari tiga HBS di Hindia Belanda ketika itu. 
      Saat itu dapat dikatakan hampir tidak ada anak pribumi yang duduk di bangku HBS, terkecuali dari Agus Salim dan P.A.Hoesein Djajaningrat (Doktor pertama di Indonesia), dan yang lain anak-anak bangsa Eropa. Kecerdasan otaknya yang luar biasa diakui oleh gurunya yang juga oleh sarjana-sarjana Belanda. Bahkan menurut ramalan-ramalan gurunya, kelak kemudian hari Agus Salim menjadi orang penting bagi bangsanya.
Sepucuk Surat Kartini
      Saat berusia 19 tahun, namanya sudah disebut-sebut. Kecerdasannya membuat Raden Ajeng Kartini kepincut.  “Kami tertarik sekali kepada seorang anak muda. Kami ingin melihat dia dikarunia bahagia. Anak muda itu namanya Salim,” tulis Kartini dalam sepucuk surat kepada Ny. Abendanon, 24 Juli 1903, termuat dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
Agus Salim, lanjut Kartini, “dalam tahun ini (1903–red), mengikuti ujian penghabisan sekolah menengah HBS, dan ia keluar sebagai juara. Juara pertama dari ketiga-tiga HBS!”
HBS singkatan dari Hogere Burger School, sekolah menengah atas lima tahun. Ketiga-tiga HBS yang dimaksud Kartini; Jakarta, Semarang dan Surabaya.
      “Anak muda itu ingin sekali pergi ke Negeri Belanda untuk belajar menjadi dokter. Sayang sekali, keadaan keuangannya tidak memungkinkan,” sambung Kartini. Lulusan terbaik  (HBS) 1903 itu bukan tak berusaha. Pernah mengajukan beasiswa, namun ditolak.
Kartini mengalihkan beasiswa
   Kartini mengalihkan beasiswa ke Belanda yang didapatnya dari pemerintah kepada Agus Salim. Pemerintah setuju. Tapi, pemuda yang pandai berbahasa Belanda, Inggris, Arab, Turki, Prancis, Jepang dan Jerman itu menolak.
      Rupanya, Agus Salim menganggap cara yang demikian itu adalah penghinaan terhadap dirinya. Akhirnya tawaran itupun ditampiknya seraya mengatakan: "Kalau pemerintah mengirim saya karena anjuran kartini, bukan karena kemauan pemerintah sendiri, lebih baik tidak," dikutip dari buku Tokoh-tokoh Pemikir Paham Kebangsaan. Sejak peristiwa itu, diputuskannya minat untuk tidak melanjutkan sekolah.
      Baik Kartini, pun Agus Salim sama-sama tak berangkat ke Belanda. Raden Ajeng kita menikah dan menetap di Jawa lantaran perjodohan yang diatur orang tuanya. Agus Salim berangkat ke Arab, kerja sebagai penerjemah di konsulat Belanda, sembari berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, imam besar Masjidil Haram–guru Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Hasyim Asyari (pendiri NU).
     Pada 1912 dia pulang kampung ke Koto Gadang. Sempat mendirikan sekolah, tiga tahun kemudian merantau lagi ke Jawa dan memulai karir di bidang jurnalistik.
Wartawan Pergerakan
      “Agus Salim diangkat sebagai pemimpin redaksi bahasa Melayu pada Commissie voor de Volkslectuur yang kelak berkembang menjadi Balai Pustaka,” tulis St. Sularto, dalam buku biografi Agus Salim.

Ajip Rosidi dalam Penerbitan Buku Bacaan dan Buku Sastra di Indonesia, termuat dalam Prisma, No. 4, Thn. VII, 1979 menulis, nama lembaga itu dirubah jadi Balai Pustaka atas usul Haji Agus Salim yang bekerja di sana sejak 1917 hingga 1919.

Di samping Balai Pustaka, lelaki yang di kemudian hari mejadi pimpinan Sarekat Islam (SI) itu juga bekerja sebagai redaktur surat kabar Bendera Islam dan redaktur Bataviaasch Niewsblad.

Saat aktif di Sarekat Islam, dia mendirikan dan “menjadi pemimpin redaksi surat kabar Hindia Baroe (Jakarta) dan Fadjar Asia (Yogyakarta) yang didirikannya bulan November 1927 bersama HOS Tjokroaminoto,” tulis St. Sularto.

Agus Salim memainkan perang sebagai juru runding ketika Republik Indonesia baru merdeka. Dia dijuluki diplomat ulung.

Baca Juga: 


Sumber: Merdeka.com | JPNN | Liputan6.com

Related Posts:

Mantap Jiwa...! Kaki Tangan Terikat, Prajurit Yon Taifib Harus Survive & Renang 3 km. Jika Tidak Berhasil, Ini Yang Akan Terjadi...!


Batalyon Intai Amfibi, atau disingkat Yon Taifib, merupakan salah satu pasukan elite di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler.

Sesuai namanya, setiap anggota wajib menguasai matra laut. Di samping itu, mereka juga akan dilatih keras agar ahli dalam pertempuran darat maupun udara. Melakukan penerjunan, penyergapan atau pengintaian.
Baca Juga: Mau Berat Badan Turun Cepat? Coba Diet Ala Militer Ini
"Pertama, pasukan harus punya fisik lebih prima dibanding pasukan reguler. Kedua mampu berenang. Dan ketiga tentunya bisa melakukan penerjunan," ujar anggota Yon Taifib-2, Letnan Satu (Mar) Suyono Lumbantoruan saat berbincang dengan merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Yon Taifib dibentuk bukan hanya sekedar pendukung, tapi juga pembuka jalan pasukan reguler dalam pertempuran nyata. Di mana, satu tim ditugaskan untuk mendukung gerakan satu kompi infantri, satu peleton mendukung satu brigade, dan satu batalyon mendukung satu BBL.

Karena berasal dari matra laut, tambah Toruan, berenang merupakan hal dasar yang harus dimiliki setiap prajurit Yon Taifib. Sebelum pembaretan, setiap anggota baru akan dilatih sebagai tawanan, dan dibuang ke tengah laut dengan kaki dan tangan terikat.

"Kami diminta berenang sejauh tiga kilometer. Latihan ini dilakukan jika kami ditawan dalam keadaan terikat, kaki dan tangan, lalu dibuang ke laut. Saat itu musuh pasti mengira kami sudah mati, padahal kami masih hidup dan bisa berenang meski terikat," ungkap dia.
Baca juga: Anak Jenderal Biasanya Tak Arogan, Kalau Yang Palsu Malah Banyak Gaya
Kemudian, dalam pertahanan darat mereka akan dilepaskan di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja.

"Saat kita kehabisan logistik, ini lah berkah dari ilmu survival. Di mana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak," lanjutnya.

Latihan ini berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Baca Juga: DAHSYAT...! Sekali Tendang, Perampok BERPISTOL Penembak Polisi Itu Langsung TEWAS di Kaki Sang PRAJURIT...!
"Saya memang ingin menjadi seorang prajurit khusus dengan kualitas khusus, terutama tantangan," pungkas Toruan. Setelah melewati pelbagai latihan berat, kini Toruan telah menggapai mimpinya untuk menjadi pasukan elite yang cukup disegani di matra laut.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Mau Berat Badan Turun Cepat? Coba Diet Ala Militer Ini


Kamu pasti penasaran kan, gimana caranya menjaga tubuh tetap sehat dan kekar ala militer? Selain karena latihan fisik yang ketat, tubuh kekar dan sehat mereka dapatkan karena menerapkan diet yang tepat. Diet ala militer ini diklaim bisa menghilangkan 4,5 kilogram dalam tubuh hanya dalam tiga hari. Wow!
Baca Juga: Dulu Buruh Tani, Kini Prajurit TNI AD Yang Disegani Dunia...!
Dilansir brilio.net dari themilitarydiet.com, Rabu (5/10), kombinasi menu diet ini memang dirancang untuk membakar lemak, melancarkan metabolisme, dan menghilangkan lemak dengan cara cepat. 

Terapkan deh, diet ala militer ini selama tiga hari berturut-turut dalam sepekan. Sesudah itu, empat hari lainnya kamu bebas dari kewajiban diet ini. Pertahankan siklus ini selama yang kamu inginkan.

Dan jangan lupa untuk menghindari suplemen tambahan atau bumbu tambahan. Disarankan juga untuk tetap rajin minum air putih.

Nih, cara lengkapnya. Simak baik-baik ya!


1. Diet hari pertama.

Menu Sarapan:
- Sepotong roti panggang dengan 2 sendok selai kacang.
- Setengah jeruk grapefruit.
- Secangkir kopi atau teh.

Menu makan siang:

- Sepotong roti panggang.
- Setengah kaleng ikan tuna.
- Secangkir teh atau kopi.
Baca Juga: Kisah Gerilyawan VIETKONG Suguhi Nasi PECEL Untuk TNI Di Tengah Moncong Senjata Siap Tembak
Menu makan malam:

- Secangkir buncis.
- 3 ons daging (boleh daging apa saja).
- Sebuah apel kecil.
- Setengah buah pisang.
- Secangkir es krim vanila.

2. Diet hari kedua.
Menu sarapan:

- Sepotong roti panggang.
- Sebutir telur (boleh dimasak apa saja).
- Setengah buah pisang.

Menu makan siang:

- Sebutir telur rebus.
- 5 Biskuit agak asin.
- Secangkir keju lembut.

Menu makan malam:

- 2 Hot dog.
- Setengah cangkir wortel.
- Secangkir brokoli.
- Setengah buah pisang.
- Setengah cangkir es krim vanila.
Baca Juga: WAJIB Baca...! Bikin HARU dan LUCU...Inilah Perintah Pertama Soekarno Sebagai Presiden RI.
3. Diet hari ketiga.
Menu sarapan:

- Sepotong keju cheddar.
- 5 Biskuit agak asin.
- Sebuah apel kecil.

Menu makan siang:

- Sebutir telur rebus.
- Sepotong roti panggang.

Menu makan malam:

- Satu kaleng kecil ikan tuna.
- Setengah buah pisang.
- Secangkir es krim vanila.
Baca Juga: Inilah KOOPSSUSGAB: Pasukan Elite SUPER KILAT, Berkualifikasi Dahsyaat...!
Nah, tapi juga jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik ya,  biar proses pembakaran kalorimu bisa lebih cepat. Nggak perlu olahraga yang berat kok. Tapi kalau kamu ingin memilih olahraga lebih berat, cobalah berenang, lompat tali, dan berlari.

Selamat mencoba dan tetap hidup sehat ya.

Sumber: brillio.net

Related Posts: