Inilah Tips Puasa Ala TNI, Jangan Pernah Coba Kalau Gak Sanggup


Menahan nafsu makan berlebihan memang sulit bagi sebagian orang, terutama yang punya keinginan makan besar. Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Bukan dengan cara mengonsumsi pil, jamu atau teh pelangsing.

Dispen Kostrad memberikan trik menarik untuk menahan nafsu makan secara alami.

1. Makan Lebih Banyak Lemak
Tips-Puasa-Ala-TNI

Bukan lemak trans atau lemak jenuh dari gorengan, es krim atau cheesecake. Melainkan lemak sehat yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, salmon dan minyak zaitun.

Mengonsumsi lemak sehat merupakan strategi penurunan berat badan yang efektif, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Penelitian di UC Irvine menemukan, oleic acid yang terdapat pada lemak sehat membantu mendorong usus kecil untuk memproduksi oleoylethanolamide. Yaitu sejenis komponen yang mengirimkan sinyal 'berhenti makan' ke otak.

2. Makan dalam Potongan Kecil

Tips-Puasa-Ala-TNI

Memotong-motong makanan jadi ukuran yang lebih kecil bisa membuat Anda lebih cepat puas dan kenyang ketimbang makan dalam potongan besar sekaligus.

Dalam penelitian yang dilakukan di Arizona State University, Amerika Serikat, mahasiswa yang diberi satu bagel utuh mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan partisipan dengan bagel yang sudah dipotong menjadi empat bagian.

3. Perbanyak Latihan Fisik
Tips-Puasa-Ala-TNI

Sebuah penelitian di Brasil menemukan bahwa aktivitas fisik seperti fitnes dan olahraga bisa meningkatkan sensitivitas syaraf yang berhubungan dengan rasa kenyang.

Semakin sensitif terhadap rasa kenyang, maka Anda akan lebih cepat merasa puas terhadap makanan yang dikonsumsi.

Studi lainnya yang dilakukan di Unibersity of Exeter menunjukkan, 15 menit jalan kaki bisa memangkas keinginan ngemil di kantor hingga 50 persen.

4. 'Mainkan' Indra Penciuman

Tips-Puasa-Ala-TNI

Makanan dengan aroma rempah yang beragam akan membantu Anda makan lebih sedikit.

Dalam sebuah studi, subjek penelitian mampu menahan godaan untuk makan dessert setelah dia mengonsumsi makanan dengan aroma khas yang kuat.

Untuk mengontrol nafsu makan, Anda bisa menambahkan cacahan jahe segar, daun mint, kayu manis atau daun kemangi ke dalam masakan

5. Makan Perlahan

Tips-Puasa-Ala-TNI

Anda bisa memperlambat makan dengan mengunyah makanan secara perlahan supaya cepat merasa kenyang. Makan dengan perlahan, maka pikiran jauh dari keinginan mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

Selain itu, Anda bisa lebih menikmati makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hasil studi dari Univresity of Rhode Island menemukan bahwa orang yang makannya lambat mengonsumsi kalori empat kali lebih sedikit per menit dan lebih cepat kenyang. 

Selain itu harus banyak minum air putih, banyak makan sayur dan buah-buahan, minum vitamin A, C, tidak makan goreng-gorengan, tidak minum es dan lain sebagainya.

Related Posts:

Mengenal Anggota Kopassus Ganteng yang Bela Warga, Hajar 8 Preman Sampai Kocar Kacir


Sosok Sertu Wahyu Fajar Dwiyana, anggota Kopassus dari Satuan 81 / Penanggulangan Teror menjadi buah bibir warganet, setelah aksi heroiknya membela seorang warga yang dianiaya komplotan preman di Jalan Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat.

Tak cuma memiliki keberanian dan nyali besar, prajurit yang bertugas di Makopassus Cijantung itu juga memiliki wajah tampan. Ia sesekali memposting kegiatannya saat tengah menjalankan tugas. Penasaran?

Berikut ini foto-foto Sertu Wahyu Fajar Dwiyana di akun instagram-nya:



Hebat! Detik-detik 8 Preman Tumbang Dihajar 

Aksi heroik ditunjukkan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sertu Wahyu Fajar Dwiyana. Berkat keberaniannya, delapan pria mabuk yang tengah menganiaya seorang warga di Jalan Tanjung Sari, Sumedang berhasil dilumpuhkan. 

Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pukul 20.30 WIB, Kamis 25 Mei lalu, seorang anggota Kopassus, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana (27 tahun), sebenarnya membantu seorang warga yang dikeroyok sekelompok pemuda mabuk.

Dikutip dari laman Fajar.co.id, prajurit yang bertugas di Makopassus Cijantung itu kebetulan sedang izin cuti untuk melangsungkan pernikahan. Sekitar pukul 20.00 WIB malam, ia keluar rumah membeli lampu.

Namun, saat perjalanan pulang berkendara sepeda motor di Jalan Tanjung Sari, Sertu Wahyu melihat warga pengendara motor yang sedang melintas dihadang dan dikeroyok brutal oleh sekelompok pemuda mabuk.

Wahyu Fajar spontan turun dari motornya. Ia awalnya mengimbau secara baik-baik agar para pemuda yang berjumlah delapan orang itu tidak melanjutkan aksinya.

Dikeroyok, Tapi Lihat yang Terjadi… 

Tidak terima dengan teguran yang dilakukan Sertu Wahyu Fajar, kedelapan pemuda tersebut berbalik berusaha mengeroyok Sertu Wahyu, meskipun ia sudah mengaku anggota TNI.

Selanjutnya terjadi perkelahian tidak seimbang. Sertu Wahyu Fajar Dwiyana mampu membela diri dan berhasil memukul roboh salah satu pengeroyok sehingga tergeletak di jalan. Sementara tujuh pemuda lainnya melarikan diri ke berbagai arah.

Satu pengeroyok yang berhasil diringkus dibawa ke Koramil Tanjung Sari Sumedang dengan korban pengendara motor sebagai saksi. Pelaku pengeroyokan yang berhasil dilumpuhkan diserahkan ke Polsek Tanjung Sari untuk diperiksa dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sumber: dream

Related Posts:

Tak Terbendung...TNI Gulung Australia, Amerika, Inggris Dan Pasukan Negara Lain Di Lomba Tembak Militer AASAM 2017


Prajurit Kostrad TNI AD kembali mendominasi perolehan medali kejuaraan internasional dalam kompetisi Australia Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 yang berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia.

Hingga 20 Mei 2017 pukul 19.00 WIB, Indonesia masih bertengger di posisi puncak dalam klasemen sementara dengan perolehan medali 13 Emas, 2 Perak, dan 4 Perunggu. Adapun tuan rumah Australia, menduduki peringkat kedua dengan perolehan 5 Emas, 11 Perak dan 8 Perunggu.

The Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 telah digelar sejak 5 Mei 2017 dan berakhir pada 26 Mei 2017, di Area Militer Puckapunyal, Victoria, Australia. Kompetisi ini diikuti militer berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dilansir dari situs resmi penyelenggara AASAM 2017, www.army.gov.au, tujuan diselenggarakannya AASAM adalah untuk meningkatkan kemampuan operasional prajurit Angkatan Darat melalui keterampilan peperangan yang ketat, penuh rintangan dan combat yang difokuskan pada kemampuan prajurit.

AASAM adalah keterampilan bertarung tempur pada kompetisi senjata yang mencakup sistem senjata ringan yang dipakai saat ini, yang bersaing pada tingkat individu dan unit. Adapun pelatihan ini difokuskan pada penerapan senjata yang akurat yang mendasari keberhasilan operasional dan misi.

AASAM menguji secara cermat kemampuan dan keahlian petembak yang bersaing secara individual dan berkelompok, untuk memberikan patokan (benchmark) untuk memvalidasi standar petembak, peralatan, sistem pelatihan untuk individu dan tim, yang bersaing secara internasional.

Sebelumnya, pada AASAM 2016 tahun lalu Prajurit Kostrad TNI AD juga berhasil mendominasi perolehan medali yang juga berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia yang diselenggarakan pada 3-30 Mei 2016. Pada saat itu, kontingen TNI AD yang bertanding di Melbourne tersebut berjumlah 19 orang dengan komandan kontingen Mayor Inf. Safrudin yang menjabat sebagai Kasi Operasi Staf Operasi Divisi Infanteri 1 Kostrad.

Berikut klasemen sementara perolehan medali dalam ajang AAMS 2017
1. Indonesia : 13 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu.
2. Australia : 5 Emas, 11 Perak, 8 Perunggu.
3. Jepang : 4 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu.
4. Uni Emirat Arab : 2 Emas.
5. Anzac : 1 Emas, 1 Perak.
6. Philipina : 1 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu.
7. US Army : 1 Emas.
8. UK (INGGRIS) : 1 Perak, 1 Perunggu.
9. Canada : 1 Perak, 3 Perunggu.
10. Malaysia : 1 Perak, 1 Perunggu.
11. Thailand : 1 Perak, 1 Perunggu.
12. US Marines : 2 Perunggu.
13. Korea : 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu.
14. Singapura : 1 Perak.
15. Kamboja : nihil.
16. Timor Leste : nihil.
17. Tonga : nihil.
18. PNG : nihil.
19. Perancis : nihil.
20. New Zealand : nihil.

Sumber: sport.tempo

Related Posts:

Jangan Pingsan...! Biaya 1 Jam Terbang Pesawat Sukhoi, Bisa Untuk Beli Mobil Mewah....!


Pengoperasian pesawat Sukhoi untuk patroli udara ataupun misi membutuhkan biaya operasional yang tinggi.

“Untuk menerbangkan sukhoi satu jam itu biayanya sekitar 500 juta,” kata Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogjakarta, Letkol AU Sus Yuto Nugroho saat memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret UNS Solo Jumat (11/11/2016) di gedung dr. Prakosa UNS.

Menurutnya, ancaman ilegal visit, dan pelanggaran perbatasan bukan hanya terjadi di wilayah lautan ataupun daratan tetapi juga di wilayah udara.

Alutsista canggih untuk melakukan patroli udara sangat penting  meski operasionalnya untuk mengejar dan denda tidak imbang.

“Misal mencegat pesawat asing, itu terbang satu jam 500 juta, tapi dendanya ke pesawat yang dicegat hanya 60 juta,” imbuhnya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi masalah demi menjaga wibawa Indonesia. “Jangankan biaya , jiwa raga dikorbankan," tegasnya.


Keberadaan angkatan udara sangat penting untuk menjaga Indonesia berada dalam wilayah yang sangat luas. “Total daratan dan lautan mencapai sekitar 7,9 juta km, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman,” katanya.


TNI sejauh ini berupaya  merangkul dan melibatkan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi  ancaman yang bertujuan merapuhkan integrasi bangsa. 

Sumber: tribun

Related Posts:

Kisah Jenderal TNI: Sang Raja Intel Indonesia, Dibentak Marinir


Meski perannya begitu besar, namun raja intel Indonesia ini sangat misterius. Seakan menjadi sebuah petunjuk, jurnalis di Indonesia tak pernah memasang fotonya. Alhasil, publik tak banyak tahu wajahnya saat dia memegang kendali intelijen, bahkan militer militer sekalipun. Jangankan warga sipil, tentara saja banyak yang tidak tahu sosok Benny Moerdani.

Di era pemerintahan Presiden Soeharto, sosok Benny Moerdani menjadi orang berpengaruh kedua di bawah sang presiden. Dia merupakan salah satu tokoh yang mengorganisir Operasi Seroja ke Timor Timur, dia pula yang mengatur operasi pembebasan sandera Woyla DC-9 di Thailand.

Tak heran, seorang personel Marinir pernah membentak Benny. Padahal marinir itu berpangkat bintara sementara Benny sudah berpangkat Mayor Jenderal.

Kisah ini bermula ketika Benny memiliki urusan ke markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Dia mengendarai mobilnya menuju kantor yang berada di Jalan Merdeka Barat tersebut tanpa mengenakan seragam militer.

Sesampainya di lokasi, Benny langsung memarkirkan kendaraannya di lokasi terdekat dengan pintu masuk. Rupanya hal itu memancing seorang penjaga, yang juga personel Marinir, mendekatinya.

Tanpa pikir panjang, Marinir tersebut langsung membentak dan memintanya memindahkan kendaraannya. Sebab, tempat parkir tersebut hanya diperuntukkan bagi pimpinan militer. Benny yang memakai pakaian sipil hanya diam saja.

Benny lantas memindahkan kendaraannya ke lokasi yang ditunjukkan Marinir tersebut. Meski begitu, Benny tidak marah.

"Mungkin memang salah saya sendiri, kok waktu itu pakai pakaian preman," aku Benny.

Kejadian lainnya berlangsung saat dia kembali ke dunia militer usai menjalani tugas diplomatiknya. Meski sudah berbintang dua, namun banyak perwira TNI yang tak bertanya-tanya terhadap dirinya. Kisah ini ditulis dalam buku 'Benny: Tragedi Seorang Loyalis' yang ditulis Julius Pour terbitan Kata Hasta Pustaka tahun 2007.

"Ketika saya sudah berbintang dua, seorang kolonel masih sempat bertanya kepada penjaga Markas Hankam, lho siapa jenderal itu? Perwira ABRI saja enggak kenal saya, apalagi orang luar."


Sebagai orang nomor satu di dunia intelijen, kerahasiaan memang nomor satu. Setidaknya, itulah yang dijalani Benny selama berkecipung di dalamnya.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Wah PANDANG ENTENG Nih...! Kisah LUCU Buyers dari Amerika dan Australia. Senapan SPR2 Dikira MAINAN, Bukan Senjata ASLI !


Senjata ini memang canggih, dan pesaing senjata-senjata yang diproduksi dari AS maupun Rusia. Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2014 yang lalu digelar di JIExpo Kemayoran. Pameran terbuka dan gratis ini memamerkan seluruh produk buatan Indonesia berkualitas ekspor.

Salah satu yang dilirik banyak calon pembeli (buyers) dari dalam dan luar negeri adalah, sebuah senjata canggih laras panjang. Bahkan banyak calon pembeli dari Amerika Serikat (AS) dan Australia belum percaya, senjata canggih ini diproduksi oleh perusahaan Indonesia.

"Buyers dari Amerika dan Australia itu datang kemari dan mengatakan, mereka kaget kok bisa Indonesia buat alat senjata canggih semacam ini," ujar Desain Produk PT Pindad (Persero) Yudi, kepada detikFinance, Sabtu (11/10/2014).

Senjata jenis SPR (Senapan Penembak Runduk) 2 ini ditegaskan Yudi, memang buatan asli PT Pindad. Senjata ini memang canggih, dan pesaing senjata-senjata yang diproduksi dari AS maupun Rusia.

SPR 2 mempunyai spesifikasi panjang larasnya 1050 mm dan beratnya 19 kg. Peluru yang digunakan berkaliber 12,7 mm, dengan jarak tembaknya 1,8 hingga 2 km.

"Mereka (buyers Australia dan Amerika) mengira ini mainan. Saya jelaskan ini senjata asli, mereka bilang Indonesia sudah hebat," imbuhnya.

SPR 2 didesain bukan untuk menembak personel/orang melainkan material termasuk kendaraan lapis baja. Yudi mengklaim senjata ini bisa meledakan satu kendaraan hanya dengan sekali tembakan dengan peluru MU3 Blam. Hanya saja masih ada satu komponen dari senjata ini yang masih harus diimpor.

"Teleskop kita masih menggunakan buatan luar negeri yaitu Jerman. Masalah lensa kita belum bisa buat," imbuhnya.

Saat ini SPR 2 masih menjadi salah satu komponen senjata penting Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat bertugas. Selain digunakan di dalam negeri, senjata ini juga sudah diekspor ke negara luar.

"Berapa harganya? Saya belum sebut karena ini G to G (perjanjian antar pemerintah) kalau mau beli. Selain TNI, kita juga sudah mulai ekspor ke Fiji," sebutnya.

Related Posts:

"Mas Kemarin KENA TILANG Ya?"... Kisah UNIK Pangdam Jaya Ditilang Saat Setir Sendiri

Ada Polantas menilang Pangdam Jaya. Rasanya baru sekali terjadi sepanjang sejarah. Saat itu Panglima Kodam Jaya dijabat oleh Mayjen TNI Poniman. Sementara Kapolda Metro Jaya saat itu adalah Mayjen Pol Widodo Budidarmo. Di hari libur, Mayjen Poniman jalan-jalan keliling Jakarta menyetir sendiri. Di kawasan Kebayoran Baru, mobilnya dihentikan seorang Polantas. (Foto Cover: Ilustrasi Mobil Ditilang). Rupanya Polantas itu tak mengenali sang jenderal. Mayjen Poniman pun enggan memperkenalkan diri sebagai komandan TNI se-Jakarta Raya. Dia legowo saja ditilang karena memang merasa salah tak membawa surat kendaraan lengkap.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Kaki Tangan Terikat, Prajurit Yon Taifib Harus Survive & Renang 3 km. Jika Tidak Berhasil, Ini Yang Akan Terjadi...!
"Akhirnya, saya pun kena tilang di tempat dan membayar di tempat," kata Poniman.
Poniman merasa perkara itu sudah selesai. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba Kapolda Metro Jaya Mayjen Widodo menelponnya.
Widodo Budidarmo ©museum.polri.go.id
"Mas kemarin kena tilang ya? Maaf anak buah saya tidak mengenali Mas. Biar nanti saya suruh petugasnya mengembalikan uang tilangnya," kata Widodo.
"Nggak apa-apa, memang saya yang salah kok," kata Poniman.
Baca Juga: Menggelikan..! Inilah Kisah LUCU Prajurit Kopassus Saat Bertempur Sengit Dibawah Hujan Peluru
Rupanya Widodo tetap merasa tidak enak. Besoknya, anak buah Widodo, Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya datang ke Makodam Jaya untuk mengembalikan uang tilang. Karena Mayjen Poniman sedang sibuk, uang itu akhirnya dikembalikan lewat ajudan.
"Belakangan saya baru tahu gara-gara kasus penilangan saya, kepala direktorat lalu lintas dimarahi Pak Widodo," kenang Poniman.
Kisah unik ini terjadi tahun 1970an diceritakan Jenderal Purn Poniman dalam Biografi Kapolri Jenderal Widodo Budidarmo yang diterbitkan Mabes Polri.
Baca Juga: [VIDEO] Lihat Apa Yang Terjadi Pada Tangan Prajurit TNI Yang Menghantam Bata Beton Berbobot Ratusan Kilogram Ini... !
Poniman dan Widodo memang bersahabat dekat. Kedua komandan beda institusi ini kompak saling bantu mengamankan Jakarta. Jenderal Poniman mengingat keduanya sering sidak bersama ke wilayah rawan di Jakarta.

"Pokoknya selama berdinas di Jakarta, hubungan saya dengan Pak Widodo baik sekali," kata Poniman.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

MasyaAllah, Prajurit TNI ini Rutin Baca Qur'an di KRL, Alasannya Bikin Merinding

Prajurit berseragam loreng membawa senjata sudah biasa terlihat. Tapi jika prajurit membawa dan membaca Al-Qur’an di tempat umum, rasanya ini pemandangan jarang ditemukan.
Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam loreng hijau kedapatan tengah asyik membaca Al-Qur’an di atas kereta rangkaian listrik (KRL).
Siang itu perjalanan KRL dari arah Jakarta Pusat menuju Bogor. Pada hari Kamis, (20/4/2017).
Baca Juga: Priiiittttt...!!...Kisah Lucu Kepala Staf TNI AD Ditilang Polisi di Jalan Malioboro
Suasana gerbong pun terasa menjadi istimewa dengan keberadaan TNI. Ia tampak khusyuk mengaji, sembari duduk di gerbong yang cukup lengang itu.
Begitu KRL melintasi kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, prajurit yang mengaji dengan suara tak terdengar itu mulai mengakhiri bacaannya. Ia memasukkan mushaf merah muda berukuran seperti laptop 15 inci, cukup besar, itu ke dalam tas ranselnya. Lalu beristirahat.
Baca Juga: BLAAR...! Dua Kapal Pencuri China Ukuran Besar Diledakkan TNI AL. Warga Bersorak Ramai...!
Ia bernama Suharyanto, seorang Sersan Kepala (Serka). Usianya berkisar 34 tahum tahun. Ia mengaku sudah cukup lama punya kebiasaan membaca al-Qur’an di sela-sela tugas dan kesehariannya.
Termasuk,rutin mengaji dalam setiap perjalanan di KRL ketika pergi maupun pulang dari Mako Pasmar-2, Jl Kwini II, Jakarta Pusat, tempatnya berdinas.
Rupanya, Ia ingin menjadikan kebiasaannya untuk mendekatkan diri kepa Qur’an merupakan persiapan menyambut masa depannya di akhirat kelak.
Baca Juga: FANTASTIS...! Inilah Jumlah Santunan DEATH GRATUITIES Untuk Tentara Dan Aparat Yang Gugur Saat Bertugas.
“Bekal akhirat itu salah satunya adalah membaca Al-Qur’an,” ujarnya saat setibanya di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Related Posts:

Lagi...Motor Dan Mobil Berharga Puluhan Juta Rupiah Di Amankan TNI.

Personel TNI AD menggagalkan upaya penyelundupan empat unit sepeda motor Yamaha Vixon melalui hutan di sekitar perkampungan Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Malaka. Petugas menangkap seorang tersangka penyelundupan, sedangkan tiga orang lainnya berhasil melarikan diri.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Sekali Tendang, Perampok BERPISTOL Penembak Polisi Itu Langsung TEWAS di Kaki Sang PRAJURIT...!
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Sektor Barat, Letkol Inf M Fuad Suparlin menjelaskan, setelah diinterogasi seorang tersangka yang ditangkap ternyata pemuda asal Timor Leste. "Sesuai hasil interogasi dari anggota, yang bersangkutan mengaku bernama Martinus Bareta (26), berprofesi sebagai petani dengan kewarganegaraan Timor Leste," katanya kepada SINDOnews, Jumat (14/4/2017).
Personel TNI AD Gagalkan Penyelundupan 4 Sepeda Motor
Fuad menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan oleh anggota Yonif 742 SWY dari pos TNI Motamasin, ternyata empat unit sepeda motor itu tidak dilengkapi dokumen dan surat-surat resmi. "Hingga saat ini empat unit sepeda motor itu sedang dibawa ke Mako Satgas di Eban bersama seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku penyelundupan," ujarnya.
Baca Juga: Usman & Harun DIGANTUNG, MARINIR Siap TENGGELAMKAN Singapura...Ngeri...!
Seperti diketahui,  dua hari sebelumnya, personel TNI menggagalkan upaya penyelundupan kendaraan roda empat melalui sungai di Desa Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara. Kali ini empat sepeda motor berwarna merah dan putih tanpa nomor polisi yang diduga hendak diselundupkan kembali digagalkan personel TNI. 

Related Posts:

MMA: Kuncian Tangan Antar Anggota TNI Raih Kemenangan. Bikin Lawan Keok..

Patriot NKRI – Mental bertanding yang kuat ditunjukkan oleh petarung Dirgahayu Fighter 328 Depok, Badrul. Meski wajahnya sempat menerima hantaman telak dari sang lawan, Yusuf Susilo, Badrul masih mampu bertahan dan meraih kemenangan (Foto Cover: Pertarungan MMA).
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Mengokang Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Pun Terjadi...! TAK BISA DIPERCAYA...!
Di awal laga yang disiarkan tvOne, Sabtu 22 April 2017, Badrul sempat tertekan. Yusuf beberapa kali menghantam wajahnya dengan pukulan dan tendangannya.
Wajah Badrul sempat mengeluarkan darah segar akibat terkena hantaman lutut Yusuf sebanyak tiga kali.
Tapi, Badrul tak menyerah. Dia terus memberikan perlawanan yang sengit. Hingga akhirnya, arah pertarungan berubah ke bawah. Badrul mendapatkan keuntungan.
Baca Juga: [VIDEO] Saktinya Prajurit TNI, Sampai Bikin Tentara Negara Asing MELONGO Dan TAKJUB...
Dalam posisi sulit, Badrul berhasil melepaskan kuncian arm bar. Akhirnya, Yusuf menyerah dan Badrul dinyatakan menang tap out.


Sumber: viva.co.id

Related Posts:

"Laporkan Kepada Saya Jika Ada Yang Mengancam Guru. Saya Punya 70.000 Senapan. Saya Akan Bereskan...!"

Patriot NKRI - Seorang guru SMP di Sidoarjo diseret ke pengadilan gara-gara mencubit muridnya. Hal ini bukan kasus baru. Zaman sekarang, banyak orang tua yang melaporkan guru karena menghukum anak mereka. Padahal si anak dihukum karena melakukan kesalahan.
Aksi para orang tua ini membuat guru takut bertindak. Bagaimana nasibnya pendidikan Indonesia jika guru takut memarahi muridnya karena takut pada orang tua?
Baca Juga: "Mas Kemarin KENA TILANG Ya?"... Kisah UNIK Polantas Menilang Jenderal TNI
Ada kisah menarik dari Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin. KKO TNI AL kini dikenal dengan nama Marinir, pasukan elite Angkatan Laut. Ali Sadikin diangkat jadi gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno. Dia dikenal tegas dan berani. Bang Ali membereskan semua masalah di Jakarta. Mulai dari calo tanah hingga kontraktor yang merugikan rakyat.
Yang membuat Bang Ali prihatin adalah soal kenakalan siswa di Jakarta. Beberapa anak sekolah sampai berani memukul gurunya. Para guru takut untuk memberikan hukuman karena anak-anak itu membawa senjata milik orangtua mereka yang aparat keamanan. Jika ada apa-apa, orangtua mereka pun sering mengancam guru.
Baca Juga: Digembleng MENU Latihan Kopassus, Tentara Penembak Jitu Brunei Menyerah, Bahkan PINGSAN...!
Mendengar laporan ini sang jenderal Marinir marah sekali. Bang Ali menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedih dan emosi. Bagaimana bisa murid sekurang ajar ini pada gurunya.
"Saya jadi backing para guru. Karena itu para guru tidak usah takut pada senapan yang ditodongkan kepadanya oleh murid atau orang tuanya. Saya punya 70.000 senapan. Laporkan kepada saya jika ada yang menghalang-halangi tindakan para guru. Saya akan bereskan! Ini sudah merupakan konsensus saya dengan kadapol Metro Jaya Brigjen Widodo," kata Ali Sadikin dalam memoarnya seperti ditulis Ramadhan KH.

Bang Ali berkali-kali mengancam anak-anak yang nakal dan orang tua yang membela. Dia selalu menyampaikan ancaman ini di pertemuan guru dan orang tua.
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Mengokang Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Pun Terjadi...! TAK BISA DIPERCAYA...!
"Hanya orang tua yang bodoh, yang tak tahu diri yang selalu membela anak-anaknya yang jelas dan tak benar," teriak Bang Ali.
Setelah Bang Ali bersikap tegas, jumlah kenakalan pelajar pun berkurang. Tidak ada lagi laporan ada orang tua yang berani ancam guru. Semoga ada pejabat setegas Bang Ali yang bisa membela para guru yang benar.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Kisah Pertaruhan Hidup dan Mati 2 Pilot TNI AU Selamatkan Jet Tempur Sukhoi Dan Ribuan Penduduk dari Kecelakaan di Langit Jakarta...!

Kedua penerbang TNI AU ini dinilai telah melaksanakan tindakan yang tepat dan berani sehingga berhasil menyelamatkan jiwa dan alutsista, yakni pesawat Su-30MK2 yang mengalami gangguan saat mereka terbangkan. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada Letkol Pnb Anton Pallaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika. (Foto Cover: Ilustrasi Sukhoi terbang rendah).
Baca Juga: BERBALIK...! TERORIS Itu Menodongkan Pistol Ke Muka DANRAMIL. Begitu Ditembakkan, KEAJAIBAN Terjadi...!
Penghargaan berupa Sertifikat “Well Done” diberikan oleh KSAU di Mabesau, Cilangkap, Jumat (21/4), dihadiri Wakil KSAU Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, para Asisten KSAU, Pangkoopsau I dan II, Pangkohanudnas, dan pejabat lainnya.
Saat itu, 7 April 2017, Anton dan Finandika melaksanakan penerbangan dalam rangka geladi bersih HUT TNI AU ke-71 di Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat tempur Su-30MK2 nomor ekor TS-3009.
Sesaat baru mengudara, tiba-tiba mesin pesawat sebelah kiri mengalami gangguan. Indikator “warning” di kokpit menyala. Anton menanyakan kepada Finandika yang duduk di kursi belakang untuk memastikan apakah benar mesin kiri bermasalah seperti tampak di instrumen dan dijawab betul oleh Finandika.
Sukhoi yang baru saja lepas landas menggunakan afterburner dan baru memasukkan rodanya serta posisi flap up itu, masih bermuatan bahan bakar yang banyak.
Jet tempur buatan Rusia itu dibekali 9,5 ton (24.000 pon) avtur, kapasitas maksimal yang bisa diisi. Pada ketinggian 700-800 kaki itu, tiba-tiba terasa ada sesuatu yang menabrak pesawat.
Anton dan Finandika sendiri tak melihat ada yang menabrak, namun setelah itu pesawat tiba-tiba oleng ke kiri. “Setelah pesawat oleng ke kiri, saya lihat warning penurunan kecepatan (decelerate) mesin sebelah kiri menyala. Sedangkan mesin kanan mengalami fluktuasi,” ujar Anton menjelaskan.
Baca Juga: [VIDEO] Saktinya Prajurit TNI, Sampai Bikin Tentara Negara Asing MELONGO Dan TAKJUB...
Untuk memastikan apakah benar mesin sebelah kiri mengalami masalah, Anton yang sedang terbang menjadi leader saat itu meminta pesawat wingman sebelah kiri untuk melihat pesawatnya.
Wingman mengatakan betul dan terlihat adanya api di mesin sebelah kiri. Anton sendiri merasakan ada lima kali ledakan di pesawatnya. Setelah itu wingman diminta untuk terbang agak menjauh sambil membantu mengawasi.
Dalam upaya mengendalikan pesawat dan mempertahankan ketinggian, Anton melihat pemandangan di depan pesawatnya adalah hamparan pemukiman penduduk yang padat.
Pada kondisi darurat itu ia berpikir cepat menghitung berbagai kemungkinan untuk dipilih mana yang paling menguntungkan agar terhindar dari musibah.
Pemikiran pertama adalah mencari landing site untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila kedua mesin mati tiba-tiba.
Untuk menghindari terjadinya lagi ledakan di mesin sebelah kiri, ia pun segera memosisikan mesin sebelah kiri tersebut pada posisi idle dan memaksimalkan mesin kanan untuk menambah ketinggian.
“Karena saat itu kami masih butuh ketinggian,” jelas Anton yang kemudian mempertahankan pesawatnya terbang di ketinggian 1.200 kaki.
Baca Juga: Cocok, Tembak Saja. Derrr. Habis. Gitu Kan..! BUWAS Ingin TNI TEMBAK MATI Bandar Narkoba, Jenazah Biar DIURUS Polri
Hal itu dilakukan selain untuk menyelamatkan pesawat, juga pada saat itu masih sekuens lepas landas bagi pesawat-pesawat lainnya yang akan melaksanakan geladi.
Seperti diketahui, dari 132 pesawat yang dikerahkan oleh TNI AU dalam geladi HUT TNI AU tersebut, sedikitnya 74 pesawat dan 152 penerbang melakukan penerbangan dari Lanud Halim.
Ada konsekuensi
Dimatikannya mesin sebelah kiri, lanjut Anton, sebenarnya bisa membawa konsekuensi di mana landing gear tidak berfungsi, generator sebelah kiri tidak berfungsi, nose wheel steering tidak berfungsi, dan perangkat-perangkat lain juga tidak berfungsi.
Namun, sekali lagi, dengan mematikan mesin sebelah kiri, paling tidak Anton berpikir pesawat yang ia awaki akan terhindar dari kemungkinan ledakan.
Setelah itu Anton menyampaikan kondisi Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan.
Anton menyampaikan bahwa pesawatnya terkena serangan burung (bird strike) karena itu yang paling mungkin terjadi melihat indikator-indikator yang menyala.
“Saya sampaikan bahwa pesawat kami kena bird strike dan meminta prioritas mendarat, walaupun saya belum tahu apakah itu bird strike atau bukan,” katanya.
Dalam briefing pagi sebelum penerbangan dilaksanakan disampaikan, apabila kondisi terburuk dialami penerbang dengan pesawatnya yang mengharuskan penerbang melakukan eject, maka daerah yang dianggap “aman” untuk melaksanakan hal itu di wilayah Lanud Halim adalah di lapangan golf atau di atas landasan.
Anton menyampaikan pesan Mayday kepada tower dan meminta prioritas pendaratan dengan harapan agar pesawat-pesawat yang ada di landasan segera menghindar. Sementara lapangan golf tidak dipilihnya karena ia tidak yakin di tempat itu sedang tidak ada orang.
Baca Juga: Mantap Jiwa...! Pesawat Bomber B-25 Patah Dan Hancur Diberondong Prajurit Muda Indonesia
Untuk mengurangi bahan bakar di pesawat sehingga bisa mendarat walau dengan kondisi batas maksimum, Anton memanfaatkan perhitungan waktu lima menit yang ia pilih.
Pertimbangannya, generator di pesawat hanya mampu menyuplai listrik selama 10 menit. Kedua, bila terlalu lama di udara pun kemungkinan-kemungkinan terburuk lainnya bisa terjadi.
Ia juga tidak langsung memilih eject, tetapi berupaya melakukan pendaratan secepatnya. “Kalau eject mungkin pilot selamat, saya selamat, tapi saya tidak menjamin kondisi di bawah bagaimana. Orang lain bisa terkena musibah,” ungkapnya.
Untuk mengurangi dan membuang sebagian bahan bakar itu, ia pun terbang berputar tiga setengah putaran dalam kurun waktu 4,5 menit sebelum mendarat.
Beruntung, saat proses pendaratan semua indikator berfungsi normal, kecuali mesin kiri yang dimatikan. Ia pun melakukan pendaratan dengan satu mesin kanan full power.
Apakah pesawat tempur Sukhoi yang bermesin ganda tidak bisa terbang atau mendarat dengan hanya satu mesin saja?
“Bisa. Tapi dalam kondisi normal. Sedangkan kami terbang pada kondisi satu mesin kiri timbul ledakan dan api sehingga harus dimatikan, sementara mesin kanan terjadi fluktuasi power,” jawab Anton.
Akhirnya, proses pendaratan pun dapat dilaksanakan dengan aman.
Anton lulusan AAU 2000 yang kini menjabat Kepala Keselamatan Penerbangan dan Kerja (Kalambangja) Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin itu menyebut kuasa Tuhan sangat berperan dalam kejadian tersebut sehingga ia dan juniornya, Finandika, bisa selamat dalam penerbangan yang mengalami masalah itu.
Baca Juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
Demikian juga dengan KSAU yang menekankan dalam sambutannya. “Ingat, kejadian tersebut bukan karena kehebatan yang dimiliki, tetapi berkat seizin Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, maka kalian berdua terhindar dari malapetaka. Syukuri sekaligus jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran yang berharga dan bagikan pengalaman tersebut kepada aircrew sehingga profesionalisme penerbang TNI AU terus meningkat,” kata Hadi Tjahjanto.
Di akhir sambutannya KSAU juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pangkoopsau II dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin beserta segenap jajarannya.

Related Posts: