WOW...! Berbagai Makanan AJAIB Prajurit TNI Ini Bikin Kamu STRONG Dan POWERFUL...!!!

Cara mengolahnya cukup mudah. Sebelum dimakan, terlebih dahulu dihangatkan. Bungkusnya terbuat dari kaleng, hampir menyerupai kaleng kornet. Bentuknya kecil, tapi dapat menghasilkan energi banyak. Beratnya 400 gram dengan banyak pilihan menu, di antaranya nasi ikan, nasi daging, hingga gudeg daging. Itulah T2, salah satu contoh makanan untuk prajurit.
Bagi tentara yang bertugas di wilayah berpenduduk, tentu tidak ada permasalahan dengan kebutuhan makanan. Makanan banyak dijumpai di mana-mana. Namun apa jadinya jika tentara harus bertugas di medan pertempuran atau di alam terbuka, yang tidak dijumpai penjual pecel lele atau nasi rawon. Satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membawa bekal. Tentu saja jika para TNI membawa bekal pun harus makanan yang ringan dan tahan lama.
Makanan khusus mereka itu biasa disebut Ransum. Ransum merupakan salah satu jenis makanan untuk TNI yang sudah ditentukan takaran gizi sesuai kebutuhan. Beberapa jenis ransum adalah makanan kering yang diawetkan maupun disimpan dalam kaleng. Sehingga daya tahan ransum pada umumnya adalah 1 tahun. Berikut ini beberapa ransum makanan "ajaib" yang dapat membuat "strong" :
1. T2-ABC
T2-ABC
Bungkusnya terbuat dari kaleng, hampir menyerupai kaleng kornet. Beratnya 400 gram dengan banyak pilihan menu, di antaranya nasi ikan, nasi daging, hingga gudeg daging. T2 diproduksi oleh TNI dengan kelayakan dikonsumsi hingga satu tahun. Cara mengolahnya cukup mudah. Sebelum dimakan, terlebih dahulu dihangatkan. T2 yang hanya memiliki berat bersih 400 gram dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 itu, mampu menghasilkan kalori hingga 900. Porsinya cukup besar, sebenarnya malah bisa untuk jatah dua orang.
2. TB-1
TB-1 adalah ransum berupa biskuit kering. Satu bungkus isinya 12 keping biskuit kering. Rasanya hambar. Tapi makan pagi sebiji saja, perut sudah bisa terganjal sampai sore.
3. FD-3
FD-3
FD-3 merupakan salah satu jenis ransum tempur yang berbentuk susu bubuk. 
4. T2-RP
T2-RP
T2-RP(Retord Pouch) merupakan ransum tempur yang dikemas dua kali (Aluminium dan Plastik) siap makan untuk satu orang/hari. Hampir menyerupai dengan T2-ABC.
5. T-2FD
T-2FD
T-2FD (Fild Doyed) adalah ransum tempur dengan bahan yang dikeringkan sehingga pemasakan dilakukan dgn cara diseduh(suhu tinggi) dimana waktu masak ada tetapi terbatas. “Nasi bantal” istilah sebagian tentara. Kalau nasi di dalam plastik kemasan itu disiram air panas dan dibiarkan tertutup hingga 15 menit, plastiknya akan menggelembung seperti bantal bayi.

Related Posts:

WADUH...! Prajurit Penerbang TNI AL Ternyata Tak Boleh Santap MI INSTAN. Ini Alasannya...!!

Para prajurit Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) di bawah Pasukan Wing Udara 1 Juanda Surabaya diminta tidak mengonsumsi mi instan. Hal itu sesuai instruksi dari Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir (Foto Cover: Terjun tempur Yontaifib TNI AL)
Menurutnya, mi instan tidak baik untuk membangun sumber daya manusia pasukan, khususnya untuk penerbangan di bawah TNI AL. “Kami bangga dengan pasukan Wing Udara yang garang dan cerdas. Tapi jaga makanan bergizi, Jangan makan mi instan,” kata Simorangkir di Mako Wing Udara 1 Juanda, Minggu (19/3/2017).
Baca Juga: Video Kocak...! Youtuber Rusia Mencoba Ransum TNI. Lihat Reaksinya...!
Alih-alih mengonsumsi mie instan, Simorangkir meminta prajuritnya untuk mengonsumsi bekal makanan yang dimasak oleh istri masing-masing.  Namun yang jelas, pada prinsipnya dia mendorong agar para prajurit TNI AL untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, sembari berupaya meningkatkan latihan dan kemampuan. Hal ini penting untuk mewujudkan SDM pasukan Wing Udara yang andal. Hal ini disampaikan oleh perwira bintang satu tersebut ketika hadir dalam peringatan dirgayahayu Wing Udara 1 Juanda ke-58.
    Dalam upacara HUT Wing Udara itu pula, digelar family gathering yang melibatkan lebih dari 100 anggota keluarga. Dalam family gathering ini, digelar pula lomba-lomba seperti lomba  yel-yel di setiap kuadron yang melibatkan skadron 200 (pesawat latih) dan skadron 400 (helikopter), Skadron 600 (pesawat Patroli Maritim Cassa), dan Skadron 800 (pesawat Patroli Maritim CN235-220 MPA).
Baca juga: Kisah Gerilyawan VIETKONG Suguhi Nasi PECEL Untuk TNI Di Tengah Moncong Senjata Siap Tembak
Mereka juga menunjukkkan kesiapsiagaan dan keandalan di masing-masing skadron. Para pasukan itu berpose di depan pesawat mereka. Komandan Wing Udara 1 Juanda Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir menuturkan bahwa sudah 58 tahun pasukannya berkiprah untuk negeri dan dunia.
“Banyak misi dan operasi pasukan ke dalam dan luar negeri. Selain patroli maritim juga mendukung operasi perdamaian dunia di Somalia dan Lebanon,” kata Tohir.

Related Posts:

Mengharukan...! 2 Prajurit TNI Ini Patungan, Biayai Antar Jenazah Anak Miskin Yang Terbujur Kaku Di Bak Pick Up

Patriot NKRI - Sang Prajurit mendekati pick up, ingin menegur sopir yang parkir di dekat pintu pagar keluar kompleks Lanud. Namun yang dilihatnya justru pemandangan menyedihkan. Demi mengantar jenazah siswi SMP yang terlantar di pinggir jalan, dua anggota TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Wiriadinata Tasikmalaya patungan untuk menyewa ambulans. Kepala Penerangan Lanud Wiriadinata, Kapten Sus Ruslan Rambe mengatakan, keduanya melakukan hal itu berdasarkan rasa empati atau rasa kemanusiaan untuk menolong sesama.
Baca Juga: Kisah PEMUDA Tukang Becak JUJUR Diangkat Anak Oleh Jenderal TNI. Berakhir TRAGIS...RIBUAN RAKYAT Berduka...!
Peristiwa itu terjadi pada Januari 2017 lalu. Menurut Rambe, saat itu kedua anggota TNI AU itu, Rudi dan Serda Dede tengah bertugas jaga di Lanud. Kemudian, mereka melihat mobil pikap yang parkir di pinggir Jalan Basir Surya, tak jauh dari Lanud. Mobil itu lantas didekati oleh Serda Rudi dengan maksud ingin menegur sopir yang parkir di dekat pintu pagar keluar kompleks Lanud.
   Namun yang ia lihat justru pamandangan menyedihkan. Jenazah seorang remaja kelas 1 SMP terbujur kaku di dalam pikap tersebut.
Baca Juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
"Keluarganya bingung mencari ambulans untuk memulangkan jenazah ke rumahnya," kata Rambe dikutip dari Tempo.co, Selasa, 17 Januari 2017. Awalnya, mereka bercerita, bahwa remaja itu hendak dibawa berobat ke rumah sakit dengan mobil pikap tetangga yang bersedia mengantar.
"Namun di perjalanan, anak tersebut meninggal dunia," jelas Rambe. Sayangnya, sopir pikap itu menolak untuk membawa jenazah korban ke rumah sakit maupun ke rumah duka. Sopir berdalih, kata Rambe, mobil itu digunakan untuk usaha dan terjadi urusan dengan hukum.

"Dia niatnya hanya membantu," ujarnya.Melihat peristiwa memilukan itu, Serda Rudi secara spontanitas langsung membantu dan mencarikan ambulans. "Dia kasihan melihat jenazah yang sudah terbujur kaku. Dia juga tak tega melihat keluarga yang terus menerus menangis," kata Rambe.
Baca Juga: PANTANG MENYERAH...!! Inilah Kisah TUKANG BECAK Buta Huruf Yang Menjadi KOMANDAN Batalyon...!!
Akhirnya, Serda Rudi dapat menyewa ambulans dari daerah Condong. Sedangkan biaya sewa ambulans dibayar secara patungan dengan Serda Dede. "Mereka patungan sewa ambulans," jelas Rambe.

Kini, kisah kepedulian dua prajurit TNI AU itu ramai di media sosial di Tasikmalaya. Banyak pengguna yang prihatin dan simpati dengan aksi dua prajurit tersebut.

Related Posts:

Perangkap Halus Nan Keji...! Inilah Berbagai Muslihat Dan Tipu Daya Untuk MENGGEMBOSI Tim PETEMBAK TNI.

TNI selalu menjadi juara umum di gelaran Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Tak cuma itu, mereka juga tak terkalahkan di perlombaan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM). Setiap digelar, Kontingen Kopassus dan TNI selalu menjadi raja perlombaan menembak antar negara ASEAN ini. Banyak kisah menarik dalam perjuangan meraih gelar juara umum. Tak cuma di lapangan, di luar lapangan justru lebih berbahaya. Jika tak waspada dan hati-hati, bisa kena perangkap halus.
Komandan Kontingen AARM 24/2014 Mayor Faisol Izudin membagikan bagaimana 'jebakan betmen' ini diduga dilakukan untuk menurunkan konsentrasi lawan. Di Filipina misalnya, panitia senang sekali mengadakan pesta sampai larut malam. Kontingen yang polos, dengan senang hati menyambut. Tapi jangan heran bila esok saat bertanding akan mengalami kondisi seperti yang diharapkan tuan rumah. Penampilan menurun karena pengaruh pesta sampai tengah malam.
  Ketika di Vietnam, kontingen tamu disuguhi arak untuk mengusir dingin. Alasannya cukup logis: Untuk mengusir hawa dingin. Namun TNI tak mau meminumnya."Indonesia punya banyak minuman berempah penghangat tubuh tanpa alkohol: jahe dan sejenisnya. Kami siapkan pula pemanas dan perebus air. Jadi, air panas untuk minuman penghangat tubuh selalu tersedia," tulis Mayor Faisol dalam Majalah Baret Merah edisi Ulang Tahun Kopassus ke-63.
"Kami pun menciptakan sendiri alat penghangat tangan: Semacam charging baterei yang dikorsletkan, menyalurkan energi panas ke elemen menjadi alat pemanas sederhana. Sehingga mencairkan kebekuan jemari yang harus siaga membidik secara tepat."

Kadang hal simpel seperti makanan pun bisa berbahaya dan tak dianggap sebagai ancaman. Panitia selalu menghidangkan makanan mewah berlimpah kolesterol tinggi. Olahan hasil laut seperti udang, ini bisa sangat berpengaruh pada kesehatan dan kondisi selama hari-hari pertandingan.

"Kami sudah siaga sejak awal dengan membawa bekal enak dari tanah air: Rendang, kering tempe, abon, telur asin dan madu," kata Mayor Faisol.

Jika semua itu belum cukup, panitia juga menggoda dengan menyediakan kendaraan yang bisa membawa pelesiran ke kota tiap malam.

"Tapi kami sudah mengecamkan dalam hati: Kita akan ke kota setelah menang!" tegas sang komandan kontingen.
Perjuangan itu berbuah manis, TNI merebut juara umum di Vietnam. Perolehan medali 29 emas, 13 perak dan perunggu. Jauh mengungguli Thailand di posisi kedua yang mendapat 8 emas, 14 perak dan 7 perunggu. Sementara tentara Malaysia malah cuma kebagian 2 perak.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Mencengangkan...! Kisah GEMBONG Penyelundup Yang Diangkat Menjadi PAHLAWAN Indonesia

Tidak main-main, barang yang diselundupkan adalah senjata api, emas, perak, minyak dan barang-barang berharga yang bernilai ekonomis sangat tinggi. 
Ada cerita menarik tentang sosok Adnan Kapau Gani yang sering dipanggil AK Gani. Aksi-aksi penyelundupan yang dilakukan AK Gani telah menyelamatkan Indonesia dari embargo Belanda di awal kemerdekaan.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bukan berarti situasi langsung enak. Belanda berniat kembali lagi menguasai Indonesia. Lewat Agresi Militer, mereka menguasai sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera dan wilayah lain. Ibukota RI terpaksa dipindah ke Yogya.
Baca Juga: Wow...! Hanya Dengan IKAN ASIN, TNI Kalahkan Pemberontak Yang Sulit Ditumpas
Belanda memblokade seluruh pelabuhan dan lapangan udara. Mereka ingin membuat ekonomi Republik muda ini hancur dan kelaparan.
Tapi aksi berani AK Gani dan sejumlah orang-orang berani lain berani menembus blokade militer Belanda. Risikonya sangat besar, pesawat atau kapal yang coba melewati blokade akan langsung ditembak jatuh atau ditenggelamkan. Paling ringan ditangkap dan seluruh muatan yang berharga disita Belanda.
Pertama, Gani menyelundupkan minyak-minyak mentah, dan hasilnya digunakan untuk membiayai birokrasi pemerintahan, termasuk melengkapi senjata militer. Tujuannya buat berjaga-jaga, bersiap menghadapi kemungkinan Belanda menyerang lagi.
Berkat Gani militer Indonesia kala itu memiliki seragam dan senjata, hasil selundupan.
Tak cuma itu, Gani juga menyelundupkan aneka hasil bumi ke Singapura. Bahan mentah seperti karet, kemudian ditukar amuninisi, tekstil dan obat-obatan. Dia juga yang membawa emas dan perak sumbangan dari rakyat Indonesia ke luar negeri untuk kemudian ditukar dengan bahan makanan dan senjata.
"Orang yang menyelundupkan perdagangan emas dan perak itu juga menyelundupkan 8.000 ton karet adalah Dr AK Gani. Belanda memberinya julukan raja penyelundup tapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri perekonomian," puji Soekarno dalam biografinya, Penyambung Lidah Rakyat.
Aksi AK Gani membuat Belanda yang memblokade Indonesia kesal setengah mati. Putra Sumatera Barat yang akhirnya menetap di Palembang ini juga pernah menjabat wakil perdana menteri pada kabinet Amir Sjarifuddin. Lalu menjadi menteri pertanian tahun 1946 hingga 1948.
Gani sempat menjadi Rektor Universitas Sriwijaya tahun 1954. Dia tetap tinggal di Palembang hingga meninggal dunia 3 Desember 1968. Almarhum mantan Ketua MPR Taufik Kiemas selalu menganggap AK Gani sebagai guru politiknya. Atas jasa-jasanya AK Gani diangkat menjadi pahlawan nasional.
Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Sang Eksekutor Preman CEBONGAN: Selesai Hukuman, Saya Akan BASMI Preman...!

Patriot Militer - Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta menjatuhkan vonis 11 tahun penjara kepada eksekutor penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan Sleman, Serda Ucok Tigor Simbolon. Terhadap putusan ini, Serda Ucok mengaku sudah punya rencana setelah menjalani hukuman.
Baca Juga: Haha...! Kisah-Kisah Lucu POLOSNYA Anggota Kopassus...Bikin Ngakak...!
"Kalau setelah selesai hukuman saya akan tinggal di Yogya dan akan memberantas preman," kata Serda Ucok seusai sidang pembacaan vonis di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (5/9). Saat keluar ruang sidang, dia dielu-elukan pengunjung sidang. Dia juga menegaskan akan banding. "Kami bertiga memutuskan untuk banding ke pengadilan tinggi militer," ujar Serda Ucok. 
Sebelum membacakan amar putusannya, hakim Letkot CHK Joko Sasmito menyampaikan hal-hal yang memberatkan terdakwa. Joko Sasmito mengatakan, di antara aspek pemberat tersebut adalah ketiganya melakukan perbuatan saat sedang menjalani latihan TNI, dan dilakukan di lembaga pemerintah Lapas Cebongan.
Baca Juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
"Akibat dari perbuatan tersebut, mengakibatkan empat tahanan Lapas Cebongan tewas yang menimbulkan duka bagi keluarga korban, serta mengakibatkan trauma petugas Lapas Cebongan. Perbuatan terdakwa juga mencemarkan nama baik TNI," kata Joko di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (5/9).
Sedangkan hal-hal yang meringankan, di antaranya para terdakwa secara kesatria mengakui perbuatannya di depan Tim Investigasi TNI. "Para terdakwa juga meminta maaf kepada pihak Lapas Cebongan, berterus terang memperlancar selama menjalani pemeriksaan, bersikap sopan saat menjalani persidangan. Para terdakwa juga berprestasi dan pengabdian sebagai anggota TNI, dan mendapat Satya Lencana dan kegiatan sosial masyarakat," tuturnya.
Baca juga: MAY DAY MAY DAY...!! Pak TOLONG Pak, Ada Beberapa Perahu Cepat Mau MEMBAJAK Lagi...!!!
Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Ditengah Hujan Peluru, Prajurit Kopassus Selamatkan Anak Yang Ditembaki GAM

Patriot NKRI - Banyak pihak menuding prajurit Kopassus tak punya hati nurani. Namun kisah satu kompi Kopassus di tengah pertempuran ini seakan menepis mitos tersebut. Saat itu Letnan Satu Djon Afriadi memimpin 10 orang anggota Kopassus di Aceh. Misi tempurnya jelas, rebut sebanyak-banyaknya senjata musuh dan tekan gerakan separatis (Foto cover: TNI latihan ditembaki).
      Kisah ini dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara terbitan R&W. Tanggal 9 Mei 2001 tim yang dipimpin Lettu Afriadi terlibat kontak dengan sejumlah besar anggota Gerakan Aceh Merdeka. Afriadi optimistis timnya bisa menang dan merebut banyak senjata.
Baca juga: Haha...! Kisah-Kisah Lucu POLOSNYA Anggota Kopassus...Bikin Ngakak...!
Namun tiba-tiba di tengah sawah, tempat pertempuran itu, seorang ibu berlari sambil menggendong anak perempuannya. Prajurit Kopassus menghentikan tembakan. Mereka berteriak-teriak agar ibu itu menyingkir. Apalagi pihak GAM terus menerus menembak. Namun nahas, sebelum tim Kopassus menyelamatkannya, sebutir peluru yang diduga dari pihak GAM mengenai ibu tersebut.
      Melihat hal itu, seorang anak buah Lettu Afriadi yang bernama Pratu Stanley langsung merayap maju. Tindakan yang dilakukan Pratu Stanley sungguh nekat. Dia maju sampai 30 meter sambil terus menembak ke arah musuh dan melindungi anak perempuan itu.
      Aksi Pratu Stanley menyelamatkan anak perempuan tersebut. Dia dibawa ke Posko Parako untuk kemudian dicari sanak keluarganya. 
      Selama seminggu Pratu Stanley hanya bisa 'melongo'. Tak percaya dengan keputusan dan keberaniannya yang diambilnya. Sementara Letnan Afriadi menerima teguran keras dari komandannya.
Baca Juga: DUAARR...BRAAK...! TENDANG Mobil Sampai PENYOK, Sang Prajurit SELAMATKAN ABG Cantik Dari Perkosaan...
Karena menyelamatkan anak perempuan itu, Afriadi terpaksa membiarkan ratusan prajurit GAM lolos. Dia juga akhirnya tak berhasil membawa sepucuk senjata musuh satu pun.
    Menyesalkah Letnan Afriadi? Ternyata tidak. Dia menerima bulat-bulat semua teguran dari komandannya. Dia juga memaklumi apa yang dilakukan Stanley. Semuanya karena hati nurani di tengah pertempuran.
       "Itu adalah nurani setiap manusia. Saya sangat mengerti kenapa Stanley sampai melakukan hal itu. Buat saya dia tidak salah. Memang saya dimarahi banyak pihak karena seolah-olah tidak fokus pada tugas, tetapi saya tidak melihat ada yang salah. Stanley tidak pernah saya beri tahu mengenai teguran itu. Dia sudah cukup stres," tutup Lettu Afriadi.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Lapor Pak Presiden! Anggota TNI AL ini Tak Bisa Berenang

    Seorang Asisten yang  bertugas di Istana Negara berlatarbelakang anggota TNI Angkatan Laut. Namun, belakangan diketahui ia tidak bisa berenang.
      Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bercerita asistennya yang bertugas di Istana Negara berlatarbelakang anggota TNI Angkatan Laut. Namun, belakangan diketahui ia tidak bisa berenang (Foto Cover: ilustrasi tentara berenang di laut).
      Dia sering digoda dan diusili oleh para ajudan Presiden. Ada saja keusilan yang membuatnya kebat-kebit dag-dug-dug di hadapan Gus Dur. Teman-temannya pun makin senang mengerjainya. 
      "Lapor Pak Presiden, ini lho ajudan bapak, masak TNI Angkatan Laut kok nggak bisa berenang?" kata mereka pada Gus Dur.
      Otomatis saja, ajudan TNI AL tersebut langsung tegang, melotot, tak menyangka bila ada yang bertindak nekat lapor hal-hal sensitif
      Namun Presiden Gus Dur malah merespons dengan nada datar-datar saja. Gus Dur menjawab, "Lha itu, ada dari Angkatan Udara juga nggak bisa terbang kok!"
      Dan orang-orang yang ada di sekitar Gus Dur tertawa terbahak-bahak dengan cerita itu. Entah kisah tersebut benar atau tidak, hanya Gus Dur yang tahu..Hehehe...

Related Posts:

Kisah PEMUDA Tukang Becak JUJUR Diangkat Anak Oleh Jenderal TNI. Berakhir TRAGIS...RIBUAN RAKYAT Berduka...!

Patriot Militer -  Sekitar 2.000 rumah dan toko hancur, dibakar dan dijarah. Tak kurang dari 80 mobil dan 150 sepeda motor jadi sasaran amuk massa. Kerusuhan itu menimbulkan kerugian Rp 17,5 miliar.
      Makassar mencekam hari-hari itu. Kerusuhan berbau SARA meletus di ibukota Sulawesi Selatan. Toko-toko dan rumah milik warga keturunan dijarah dan dibakar (Foto Cover: Ilustrasi Penjarahan dan tukang becak). 
      Kerusuhan tanggal 15-17 September 1997 itu menimbulkan kerugian Rp 17,5 miliar. Sekitar 2.000 rumah dan toko hancur, dibakar dan dijarah. Tak kurang dari 80 mobil dan 150 sepeda motor jadi sasaran amuk massa.
      Tragedi ini dikenang sebagai Peristiwa September. Saat itu Panglima Kodam Wirabuana dipegang oleh Mayjen Agum Gumelar.
       Saat patroli, Agum melihat seorang pemuda duduk di atas becaknya. Sementara ribuan orang lain sibuk menjarah toko-toko yang terbakar. 
       Mayjen Agum yang berpakaian sipil bertanya pada pemuda itu kenapa tidak ikut menjarah. Jawaban tukang becak bernama Mustafa tersebut mengejutkan Agum. "Itu perbuatan haram. Saya tidak pernah diberi makan barang haram oleh orang tua saya," kata Mustafa tegas.
       Kisah ini dituliskan Agum dalam biografinya Agum Gumelar Jenderal Bersenjata Nurani terbitan Pustaka Sinar Harapan 2004.
       Agum kagum pada pemuda itu. Dia kemudian memberi uang Rp 20.000, tapi Mustafa menolaknya. Mustafa tidak tahu berhadapan dengan seorang Panglima Kodam. Setelah Kapolres dan Komandan Kodim ikut mendesak, barulah Mustafa menerimanya.
      Uang dari Agum pun tak dipakai oleh Mustafa. Dia hanya menyimpannya saja. Mustafa pemuda jujur berkemauan besar. Meninggalkan kampungnya di Janeponto demi melanjutkan SMA di Makassar. 
       Mustafa tak mau hanya jadi lulusan SMP dan jadi petani. Dia punya mimpi sekolah setinggi-tingginya. Demi sekolah, pemuda belasan tahun itu jadi penarik becak. Sehari-hari, dia ditampung oleh pamannya.
       Nah, Mustafa juga baru tahu setelah koran-koran ramai memberitakan Pandam Wirabuana mencari tukang becak untuk diberi penghargaan sebagai teladan. Akhirnya bertemulah Mustafa dengan Agum Gumelar.
      Agum kemudian mengangkat Mustafa sebagai anak angkat. Dia menanggung semua biaya sekolah Mustafa. Agum juga mengajak Mustafa tinggal di rumah dinas Pangdam.
       Tahun 1998, Agum dipindah ke Jakarta. Dia berniat mengundang Mustafa untuk mengikuti perayaan sumpah pemuda di ibukota. Namun rupanya ada kabar duka dari Makassar.

Mustafa
Mustafa sudah meninggal dunia. Ternyata sudah lama Mustafa sakit-sakitan. Dia tak pernah menyampaikan hal itu pada Agum. Penarik becak yang jujur itu sempat dirawat di sebuah rumah sakit, tapi karena tak ada biaya perawatan hanya asal-asalan.
Agum melayat ke Janeponto, dia disambut ribuan warga. Secara tak resmi, Mustafa diangkat jadi pahlawan kejujuran dari Janeponto. Mereka semua berduka atas kematian seorang pemuda yang layak jadi teladan.

Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Bikin Ngakak...! Saat Marinir Amerika Yang Terkenal Perkasa KEWALAHAN Ikut Panjat Pinang

Patriot Militer - Siapa yang tak kenal US Marine. Ini adalah salah satu divisi angkatan bersenjata Amerika Serikat yang terkenal sangat tangguh. Latihan US Marine juga dikenal sangat keras dan berat.
      Mereka yang masuk ke US Marine benar-benar tentara terpilih. Namun, apa jadinya ketika mereka main panjat pinang. Ternyata, mereka tak setangguh yang dibayangkan. Wajah mereka tampak tak kuat mengangkat tubuh rekan dan anggota TNI. Foto ini dijepret oleh Juni Kriswanto dari AFP pada 8/8/2015 diunggah di laman Facebook BBC Indonesia.
      Panjat pinang ini adalah bagian dari latihan gabungan Marinir AS bersama personil TNI Angkatan Laut di Pantai Banongan, Sitobondo lalu (8/8/2015). Prajurit Korps Marinir TNI AL menggelar latihan bersama dengan pasukan United Statrs Marine Corps (USMC). 
      Latihan bersama ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Sekitar 676 tentara ikut serta dalam latihan gabungan selama empat hari. Di penghujung latihan, prajurit US Marine diajak untuk ikut lomba ala Indonesia yakni panjat pinang, balap karung, dan balap bakiak.
      Mereka senang sekali karena belum pernah merasakan perlombaan semacam ini. Waktu lomba balap karung dan bakiak sampai terjatuh tapi mereka malah senang, apalagi panjat pinang. Bahkan ada yang sampai melorot.
      Dalam latihan gabungan ini, tentara dari dua negara juga melakukan panjat pinang. Setelah berusaha sekuat tenaga dan berkali-kali merosot, lomba panjat pinang dimenangkan oleh tim Kavaleri. Saat mencapai puncak, tim mendapat hadiah soft drink.
      Salah seorang prajurit US Marine dalam keterangan Dispen Marinir menceritakan pengalamannya mengikuti lomba. Ia mengaku senang bisa berbaur bersama prajurit Indonesia.
      "Ternyata sulit, kita harus bisa menyusun strategi, membangun komunikasi dengan yang lain supaya menang," ucap salah seorang prajurit US Marine, Will.

Lihat video kocaknya disini:




Sumber: brilio.net | detik.com

Related Posts:

Ditengah BADAI...! Aksi Nekat Penyelam DENJAKA Berbagi Tabung Oksigen

Patriot Militer - Pasukan penyelam elite TNI Angkatan Laut telah melakukan hal yang 'gila' kata Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams. 
      Pesawat AirAsia QZ 8501 jurusan Surabaya-Singapura jatuh di Selat Karimata pada Minggu (28/12/2015) lalu. Pesawat milik CEO Tony Fernandez menewaskan ratusan penumpang maupun awak di dalamnya.
      Para penyelam gabungan TNI AL membuktikan kehebatannya dalam melaksanakan evakuasi jasad korban AirAsia. Mereka yang sudah terlatih berani mengambil resiko menyelam dengan cuaca ekstrem.
      Oleh sebab itu, Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams, menganggap pasukan penyelam elit TNI Angkatan Laut telah melakukan hal yang 'gila'.
      Atas keberhasilan tim penyelam tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi memberikan penghargaan kepada prajurit TNI yang bertugas dalam operasi pesawat tersebut. Apalagi, katanya, banyak sekali aksi tim penyelam yang dilakukan di luar kebiasaan salah satunya bergantian tabung gas di bawah laut.
      "Jadi waktu itu ada prajurit tabung gas nol persen, cuma temannya bergantian. Sehingga mereka melakukan di luar kemampuan manusia," kata Ade Supandi.
       Sementara, salah satu penyelam Mayor Marinir Profs Dhegratmen membenarkan aksinya dalam melakukan penyelaman saling berbagai tabung gas oksigen. Pasalnya, tabung gas yang dibawa oleh penyelam melebihi batas waktu.
Berikut wawancara salah satu penyelam dari Denjaka Mayor Marinir Profs Dhegratmen kepada merdeka.com.
Bagaimana perasaan anda mendapatkan penghargaan?
      Ini sesuatu yang tidak kita duga ya karena ini perhatian dari sebuah pimpinan terhadap rekan-rekan penyelam yang kemarin ikut tim sar. Perhatian yang begitu besar dari bapak Kasal dan Panglima itu buat kita surprise sekali.
Di sana bapak berapa hari melakukan evakuasi?
      Tanggal 31 Desember 2014 sampai 28 Januari 2015. Jadi satu tahun lah. Hehehe
Kendalanya yang dihadapi saat menyelam apa saja?
      Kendala yang dihadapi tentunya cuaca kemarin kita sudah bersama-sama. Lalu tingginya ombak saat penyelaman jarak pandang dan arus diatas. sebenarnya kalau aturan menyelam itu kita tak boleh direkomendasikan. Tapi karena tugas kita hadapi saja.
Sebelumnya sudah mengalami kondisi alam seperti di Selat Karimata?
      Sepertinya ini termasuk salah satu perairan yang ekstrem ya, tinggi gelombang dan cuaca yang mendadak tidak terlalu lama dari tenang tiba-tiba ombak tinggi ombak bisa mencapai 3 sampai 6 meter. Di sana Panglima mengalami sendiri begitu beliau turun bagaimana kondisi di atas perahu karet tidak bisa melihat ke depan karena saking tingginya gelombang.
Perubahan cuaca bisa mencapai berapa menit sekali?
      Oh kita tidak bisa menjadwalkan karena Yang Mahakuasa yang bisa.
Lalu bagaimana anda menilai tanggapan dari tentara luar kalau penyelam kemarin itu 'gila'?
      Kita berani dan juga punya perhitungan. Kita tetap memperhitungkan prosedur dan SOP
Jadi penyelam sudah berapa lama?
      Saya mulai 2003 sampai sekarang, berarti sudah 12 tahun.
Kata Kasal penyelam di bawah laut tabungnya ganti-gantian sesama penyelam?
      Ya memang ini masuk prosedur jadi kalau 2 orang ada di kedalaman tertentu apabila satu orang mengalami kehabisan udara wajib melakukan buddy breathing. Buddy breathing itu melaksanakan joint optis untuk melaksanakan pernapasan di bawah air sudah prosedur. Kalau salah satu habis misalnya dengan anda gitu memberikan perhatian habis maka bergantian dan ada waktu melaksanakan pernapasan di bawah tapi dia setelah itu harus naik.
Waktu menyelam operasi pesawar AirAsia QZ-8501 ada kejadian yang unik tidak? Serta ada tidak kejadian aneh?
      Kalau saya pakai logika jadi tidak terlalu. Cuma logikanya itu saja kondisi arus kondisi gelombang termasuk kondisi matahari pada saat petang. Yang saya alami itu saat pengangkatan badan pesawat cuaca bagus, begitu naik sempat terputus tali. Habis itu gelap sekali di bawah. Nggak tahu itu fenomena apa.
Bagaimana anda menilai kondisi di bawah laut Selat Karimata?
      Kemarin sebagian ada yang berlumpur dan pasir.
Artinya kondisi dibawah laut keruh?
Air keruh kalau arus di bawah kuat. Kalau arus di bawah nol koma lima cenderung visibilty bisa melihat jarak jauh. Tapi jika di atas 2 knot atau lebih arus akan membawa partikel-partikel air dan lumpur yang di bawah akan terangkat. Itu yang membuat jarak pandang di bawah keruh.

Kondisi jenazah disana saat itu bagaimana? Apakah kondisi jenazah sudah rusak?

Kemarin kalau yang kita alami ada beberapa. Ya kita kan harus hati-hati saat menemukan jenazah banyak yang di atas atap pesawat. Apalagi ada yang sudah lepas dari sabuk pengaman. Jadi di atap body pesawat kita ambil bajunya kalau ambil tubuhnya langsung bisa rawan. Kondisi ada yang sebagian masih utuh karena benturan mungkin sudah patah tulang entah kaki atau tangan, sehingga diambil kondisi tidak utuh.

Waktu mengangkat jenazah takut?

Kita sebulan sekali juga melaksanakan seperti itu. Baik mengambil jenazah di kapal karam atau pesawat.
Sumber: merdeka.com

Related Posts:

Haha...! Kisah-Kisah Lucu POLOSNYA Anggota Kopassus...Bikin Ngakak...!

Patriot Militer - Soal kemampuan tempur, prajurit Kopassus tak diragukan lagi. Namun banyak kisah menarik dan lucu dari polosnya mereka.
      Salah satunya soal naik pesawat dan landing alias mendarat. Ada seorang prajurit yang begitu bahagia saat bisa merasakan pesawat landing (Foto Cover: Latihan lempar Pisau dan Kandang Sapi).
      Kisah ini dituturkan Pelda Sumardi alias Mardi Rambo. Dia seorang prajurit Kopassus yang memiliki kemampuan zeni demolisi. Mardi Rambo ini sudah 14 kali diturunkan di medan operasi. Sebuah rekor karena biasanya rata-rata prajurit Kopassus merasakan turun empat kali di medan operasi.
      Nah, suatu hari Pelda Sumardi ditugaskan ke Bosnia yang saat itu sedang mengalami konflik berdarah. Buat orang lain, ditugaskan ke Bosnia ibarat mimpi buruk. Namun buat Pelda Sumardi ibarat mendapat durian runtuh.
      "Sueeneng sekali ke Bosnia. Pesawat itu take off kemudian landing. Ternyata landing itu wueenaak sekali," kata Pelda Sumardi.
      Apa istimewanya landing? Bukankah pesawat yang take off pasti landing? Tunggu dulu, itu hanya berlaku untuk orang sipil.
      Rupanya selama ini Pelda Sumardi hanya merasakan pesawat lepas landas. Begitu pesawat di udara, dia selalu 'dibuang' alias diterjunkan dengan pesawat. Pantas saja, pengalamannya 14 kali turun ke medan operasi. Karena itu Mardi Rambo bahagia karena merasakan pesawat landing untuk pertama kali. 
      Kisah lucu polosnya anggota Kopassus ini bukan satu-satunya. Simak kisah-kisah lucu lainnya yang dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W.
1. Gagal, tidur di kandang sapi
    Di medan tugas, prajurit Kopassus harus berhasil. Jika tidak berprestasi, mereka akan ditarik pulang dan dilatih lagi. Bahkan jika gagal lagi ada bonus spesial untuk mereka. 
      Pelda Suwito, salah seorang prajurit Kopassus yang berpengalaman menceritakan bagaimana kerasnya dulu para pelatih mendidik mereka. "Pengalaman saya jika tugas perang Timor Timur dan tidak berhasil mendapatkan senjata musuh, sudah pasti tidurnya di kandang sapi!" kata Pelda Suwito.
      Saat itu di Grup 2 Kopassus di Kertasura, banyak sapi. Prajurit yang gagal akan ditidurkan bersama sapi. "Dilatih lagi tiga bulan, diberangkatkan lagi enam bulan. Kalo gagal lagi, tidur sama sapi lagi," kata Pelda Suwito.
2. Pohon habis gara-gara lempar pisau
    Lempar pisau dan kampak menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki prajurit Kopassus. Nah soal ini ada mahaguru lempar pisau yang sangat ditakuti di Pusdikpassus Batujajar, Kapten Encun.
      Tiada hari tanpa berlatih. Bahkan waktu istirahat pun dipakai Encun untuk latihan melempar pisau. Maka para prajurit Kopassus pun bergurau. "Gara-gara Encun latihan, pohon randu di Pusdikpassus tidak ada yang utuh. Semua habis dibabat untuk latihan lempar pisau," canda mereka.
      Kapten Encun memang prajurit istimewa. Dia mengawali karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kopassus bagian dapur. Kini dia adalah pelatih spesialisasi tembak runduk alias sniper dan daki serbu. Encun juga sudah menjadi pelatih Komando legendaris sejak tahun 1984.

3. Tak takut setan, lebih takut pelatih

Salah satu episode paling mengerikan yang harus dialami setiap prajurit Kopassus adalah pendidikan Komando. Fisik dan mental mereka digojlok habis sampai level nol.

Materi latihan meliputi gunung, hutan, rawa dan laut. Rasa lelah, lapar, stres ditambah para pelatih yang menggilas mereka tanpa ampun.

Karena itu para prajurit Kopassus mengaku tak sempat merasa takut pada setan jika harus melewati medan gelap gulita di tengah malam. Mereka lebih takut pada para pelatih yang tak kenal ampun.
"Kami tidak takut setan, lebih takut pelatih," ini jadi semacam semboyan mereka.

Namun tentu tak ada niat buruk dari para pelatih ini selain mendidik para prajurit agar menjadi pasukan komando tangguh berotot kawat dan mental sekeras batu.

Sumber: merdeka.com

Related Posts: